Senandung Wonolelo
Senandung wonolelo mengalun lirih
bergabung dengan ribuan rintih
gerimis turun basah meretih
dan tanah enggan bergeming
dari tempat semula,dan tetap seperti kemarin
becek bercampur lumpur
di antara kayu-kayu bergulingan
dan sekumpulan bambu yang tunduk meratap
tatkala trauma mengekang jiwa
dan cemas mengusik langkah.
Amuk merapi..,masih jelas sisakan tangis
di sepanjang jalanya..,puing-puing berserakan
di hias setumpuk gunungan abu.
Senandung duka tertera
bersanding murung di dinding pagar keteb
ketika bocah-bocah lesu menjemput iba
tersaji tepat menampar bola mata
di sepanjang jalan Wonolelo-Selo.
Mungkin..
kenyataan itu terlalu pahit,menyapa tangan-tangan mungil
namun apa daya,ketika telapak-telapak gulita terpaksa menengadah
bersama nasib yang gelap
tentu bukan kau harap
ketika celotehmu di telan keangkuhan
bersama runtuhnya keluh-kesah paska bencana.
sangat menarik, makasih n terus berkarya..
Komentar oleh anang nurcahyo | 3 Desember 2010 |
Makasih banyak mas..
Komentar oleh Sang Bayang | 29 Desember 2010 |
menarik baju mas….
Komentar oleh dekatdihati | 23 Desember 2010 |
Whkkxkx..,bajune sampean..xixix
Komentar oleh Sang Bayang | 29 Desember 2010 |
sip….tulisane..
Komentar oleh mrpall | 27 Desember 2010 |
Matur suwun pakdhe..
Komentar oleh Sang Bayang | 29 Desember 2010 |
[...] bumi persil ketika sekawanan burung prenjak mecoba usir buih lamunan di penghujung pagi yang sunyi,cericit di antara embun mengalun resah tersudut di atas pagar tembok dan kawat karena dahan-dahan tempat [...]
Ping balik oleh Tanah Ganjil Bumi Persil « SanG BaYAnG | 13 Januari 2011 |
Ck. ck. ck. bukan main. puisi yang kontemplatif dan menggelitik. salam kreatif…
Komentar oleh Kang Sastro | 28 Januari 2011 |
walah..,ini biasa saja kq Pak..,makasih bnyak..hehehe
Salam Kreatif..
Komentar oleh SanG BaYAnG | 28 Januari 2011 |
[...] di permulaan musim dingin kecemburuan membeku ketika rindu membelenggu semua terbungkam tak lagi alunkan irama dalam pasungan tak mampu merapat dalam lafaz yang terikrar [...]
Ping balik oleh Sajak-Sajak Melingkar « SanG BaYAnG | 11 Desember 2011 |