Ampang Wahyu Tuhan.
Sajak : Sang Bayang.
Dunia pasti geger,
andai kukabarkan, tentang ‘Ampang Wahyu Tuhan’.
Semua makhluk bumi ribut,
dan bersilang pendapat, sampai ruwet.
Kecuali, binatang-binatang
yang lebih jujur dari manusia.
sekumpulan pasukan pengaku benar
pasti akan menghujat.
Kantor-kantor berita sibuk,
para wartawan kalang-kabut
sampai tak sempat mengurusi keluarganya.
apalagi pakar-pakar IT,
matanyapun, pasti akan mendelik.
Padahal benar kataku :
“Memang Wahyu Tuhan terasa ampang didalam wall.”
Entah siapa
pertama kali meminta Tuhan didalam wall
dengan, status-status gilanya.
Untung saja
Tuhan Maha Rahasia,
sehingga tetap merahasiakan hal ini.
Mungkin
Tuhan datang, atas kehendaknya sendiri,
agar kita, orang yang mengaku modern
dapat melihat wahyu Tuhan
sekali lagi.
Sebab kita sudah lupa
pada segudang kisah lama
yang tertulis didalam kitab-kitab.
Bayangkan isinya,
dan bandingkan, isi gudang itu
dengan isi kepala,
yang mungkin, tak lebih besar dari buah pucung.
Mungkin Tuhan begitu kangen,
kangen pada orang-orang yang dilaknat,
agar bisa membinasakanya
seperti kaum-kaum pendahulu.
Tapi..,
bukankah Tuhan Maha Mengetahui.
Sehingga tahu tanpa terkecuali.
Bisa saja nanti,
diantara kita
ada yang menjadi utusan,
untuk menebar kabar
atau membawa sekarung pengabulan.
Ambarawa, 30 July 2012
*Ampang Wahyu Tuhan*
(Dalam : Kemanuisaan Manusia)


itatea
30 Juli 2012 at 04:27
ampang apaan ya? *hadeuuh kagak gaul apa ane.
Ely Meyer
30 Juli 2012 at 16:01
tanya sama, ampang iku opo tho ?
SanG BaYAnG
31 Juli 2012 at 17:39
Wah.., persis seperti ane nih.. *sama gak gaulnya
Ampang, biasa ungkapan untuk mnegungkapkan sebuah rasa hampa, mungkin ibarat sayur tanpa garam kali mbakyu..
itatea
1 Agustus 2012 at 04:06
ooooooooooo semacam ‘hambar’ kali ya..
bukan si ampang dari betawi..heuheuuu
SanG BaYAnG
2 Agustus 2012 at 01:20
Y.., “O” nya bulet-bulet amat..
Hyeah..itu, benar itu.., seratus untuk mbakayune
Kalo yang dari betawai mah yang ‘hiak dezs..’