RSS

Scriting Article : Empat Jam Setengah

29 Jul

Scriting Article : Empat Jam Setengah
Selayang Pandang : Sang Bayang

Kita hadir disini sebagai blogger, yaitu orang yang menulis beragam artikel dengan berbagai tujuan dan di update kedalam sebuah blog secara berkala. Mengisi blog dan menulis adalah sebuah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan. Meski sepintas, menulis terlihat mudah namun pada kenyataanya, kita dituntut untuk mampu menggunakan bahasa penyampaian dengan piawai yang bisa dinikmati dan enak untuk di baca.

Terlepas dari blogger dan dunia menulis, bila bicara soal streking konsep (nilai kritis sebuah konsep), rasanya terlalu awam bagi seorang ‘Sang Bayang’, sebab dia hanyalah orang yang baru belajar menulis dengan bermodalkan sedikit keyakinan. Disini tidak ada yang bisa saya jelaskan tentang streking konsep selain mengatakan bahwa dengan adanya istilah ini membuatku terbantu, bahkan kadang lebih mendominasi akan pengilhaman hadirnya sebuah tulisan. Ditambah lagi dengan keadaan sosial politik dan detak realitanya yang terjadi, ini secara tidak langsung telah menjadikanya sebagai ladang subur bagiku untuk melahirkan karya-karya baru. Meski ladang penulisan di negeri ini begitu subur dengan keaneka ragamanya, namun tak jarang juga aku harus berhadapan dengan berbagai kesulitan dan cemoohan ketika menulis, tanpa terkecuali adanya scriting article seperti yang terjadi pada roman bersambung di episode “Empat Jam Setengah”.

Didunia penulisan entah apa istilahnya, dan istilah Scriting article itu muncul saya temukan dari kata kritik dan artikel. Dan yang memakaipun mungkin hanya ‘Sang Bayang’, entah dari pikiran gila mana asal kata ini, tiba-tiba saja ‘Sang Bayang’ ingin berkata Striking dan Skriting.
Skriting artikel yang saya maksud adalah sebuah kegiatan atau sikap mengkritisi sebuah artikel yang lahir dari diri sendiri bersama kesadaranya. Lain mengkritik, lain juga mencaci. Sehebat dan setajam apapun orang lain ketika mengkritik, ia hanyalah berperan untuk membantu. Bila makna tajam, dalam sebuah “kritik tajam”, diartikan sebagai cermat, dapat menemukan dan mengiris kenyataan menjadi satuan-satuan yang paling tipis sekalipun, saya rasa makna itu bagus dan sangat diperlukan, karena ini akan menjadikanya lebih detail. Sebaliknya, bila tajam diartikan bukan sebagai kepekaan akan nuansa makna, bukan untuk memahami dengan cara yang secermatnya, juga tanpa tujuan selain untuk membunuh kenyataan dan pemahaman, tentu hal ini sangat tidak baik dan bertentangan dengan dunia penulisan. Ketajaman yang terakhir adalah ketajaman yang menyembunyikan ketumpulan, yang akan sangat mudah disanggah dan ditemukan kelemahannya. Kritik seperti ini tidak akan menjadi masalah bagi seseorang yang ingin menulis, dan nggak perlu ditakuti oleh siapapun, sebab ia akan membunuh dirinya sendiri. Namun sayangnya, justru kitalah yang seringkali memelesetkan pengertian tajam pertama dengan yang kedua untuk kepentingan-kepentingan tertentu yang berbau “kurang sedap”. Padahal di dalam kritik sebenarnya, yang ada hanyalah argumentasi yang kuat, berdasar, dan cermat.

Disini Sang Bayang memang asal tulis, asal koment dan saling mengkoment sebatas menganyam jalinan silaturakhmi, padahal ‘Sang Bayang’ juga tahu kalau baik buruknya sebuah blog cuma lantaran dilihat sekwalitas apa isi blog, jadi tidak di ukur dengan menghitung seberapa banyak jumplah komentar dan sebagus apa tampilannya (bahkan search enginepun, tidak pernah menghitung jumplah komentar ataupun mengistimewakan sebuah tampilan), karena content adalah raja. Selama menulis disini, kadang aku juga berharap hadirnya sosok komentator yang mau membaca dan jujur dalam menyampaikan pendapatnya. Untuk mewujudkan ini tentunya tidak mudah, sebab ini sama halnya dengan menuntut seorang komentator untuk bisa menangkap signal pesan yang disampaikan, atau sekedar mengoreksi gaya bahasa dan penggunaan kalimat yang digunakan. sehingga yang ditulisnya dalam kotak komentar tidak sekedar bahasa tutur sapa, permisi, numpang lewat atau saling memuji yang sebenarnya bisa membuat ‘penulis’ terjebak dalam perasaan cepat berhasil yang sangat berbahaya. Sosok berani untuk berbagi dan mengingatkan seperti inilah sebenarnya yang membuat semangatku untuk melahirkan tulisan lebih banyak lagi begitu menggebu-gebu, bahkan kalau perlu dengan kritik yang paling tajam sekalipun akan kuterima dengan lapang dada. Sebab aku adalah orang yang ‘ndableg’, dan dengan begini akan menyadarkanku untuk tidak terlalu congkak dengan kekerdilanku yang mudah berpuas diri dengan karya ciptaan mentah, karena rasa mudah puas itu akan menghalangiku untuk mengeplorasi lebih lanjut kekuatan imaginasiku dalam berkreativitas.

Apa yang terjadi pada artikel Empat Jam Setengah adalah contoh nyata adanya sebuah komunikasi untuk saling berbagi, saling mengisi dan mengingatkan. hal ini jarang terjadi dan sangat pantas mendapat apresiasi acungan jempol. Disini secara pribadi saya ucapkan terimakasih banyak pada Mas Javas Nugroho karena telah sudi menularkan sebagian ilmunya kedalam blog ini. Andai saja Mas Javas Nugroho ini sudi membaca artikel didalam roman : sang bayang secara berurutan atau posting yang lainya, pasti akan lebih banyak lagi pelajaran yang dapat kita petik bersama dari koreksian gaya bahasa atau penggunaan kalimat didalam blog ini.

 

–oOo– “Salam Karya Untuk Semua.” –oOo–

 
10 Komentar

Posted by pada 29 Juli 2012 in Selayang Pandang

 

Tag:

10 responses to “Scriting Article : Empat Jam Setengah

  1. cumakatakata

    5 Agustus 2012 at 04:34

    iki mbahas opo mas?

     
  2. izzawa

    30 Juli 2012 at 05:23

    hmmm..beraaat nih…. :-)

     
    • SanG BaYAnG

      31 Juli 2012 at 17:34

      Tak begitu berat kq Mbakyu.., biasa ajalah.. :D

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 545 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: