RSS

Sang Komandan Garda Depan

02 Agu

Sang Komandan Garda Depan
Cermin Sajak : Sang Bayang

Kau yang dulu gagah di garda depan demontrasi,
kini mulai letih,
rapuh, seperti gerobak kesayanganmu,
mengusung segebog lembar coretan hitam,
dalam sepenggal tutuntan yang terbunuh.
Suara lantangmu, yang dulu berteriak,
tentang negeri yang timpang,
kini terdengar serak,
tersedak koma irama batukmu
di antara meradangnya nasib rakyat
dalam dunia yang bimbang.

Kawan..!!!
kini, saatnya kau seperti kami,
menjadi pengingkar sadar, menentang nurani,
lupakan ikrar di bawah buku tebal nan usang,
biarkan saja sumpah itu,
sekedar menjadi bagian upacara konyol
dari sebuah prosedur, yang juga konyol.
Untuk apa berjuang mati-matian,
sementara mereka
tak pernah mengerti, arti sebuah perjuangan.
Percayalah..
perjuanganmu sia-sia, andaikata demi kemanusiaan,
sebab manusia
lebih suka kehilangan manusiawinya sendiri.

Kawan.., lihatlah aku layaknya manusia.
Aku bukan pemuja masa
yang tak pernah lelah
menjadi cengoh, atau babu-babu parpol
di dasar perjuangan tanpa ujung.
Sungguh aku tak tahan,
dengan keadaan sepertimu saat ini.
Aku bosan dan muak,
keluargaku butuh makan
yang tak cuma cukup
sekedar sego tiwul dan sambel teri
aku dan keluargaku butuh gizi,
otaku juga ingin di manja
seperti manusia lainya.

Kawan.., aku yakin kau tak buta
kala melihat kawan-kawan lamamu.
Lihatlah..,
mereka muncul di layar-layar teve,
berumah mewah dan hidup terpandang.
Mereka ada di departemen
lembaga-lembaga perwakilan,
mereka,
ada bersama kekuasaan.
Hidup mereka berubah,
sedangkan kau..,
layaknya batu di pinggir kali, yang tak banyak berubah
kecuali, dikerubuti cendawan dan lumut-lumut.

Kadang kugagas nasibmu,
saat melihatmu masih setia
dengan motor butut
yang senantiasa ngadat di sembarang tempat.
Hatiku iba,
saat tempat kerjamu,
cuma mampu memberi, beberapa lembar ratusan tiap bulannya.
Aku tahu..,
bukanya kau tak berusaha,
tapi kau memang, tak pernah mau sedikitpun mengalah.
Andai saja, kau bertahan di perusahaan asing itu,
aku yakin,
kini kau pasti hidup berkecukupan
punya mobil mewah,
layaknya kawan-kawan lamamu.
Tapi.. kau, justru memilih
jadi pedagang roti bakar
di depan pasar.

Ambarawa, 03 Agustus 2012
*Sang Komandan Garda Depan*
(Dalam Bait : Sepenggal Nurani Yang Hilang)

 
24 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Agustus 2012 in Puisi, Sajak, Syair

 

Tag: , , ,

24 responses to “Sang Komandan Garda Depan

  1. onesetia82

    3 Agustus 2012 at 13:07

    salam hangat mas …
    selamat menjalankan ibadah shaum … :)

     
    • SanG BaYAnG

      3 Agustus 2012 at 18:30

      Salam hangat jua saudaraku..
      Selamt menjalankan ibadah pola untukmu kawan.. :D

       
  2. oomguru

    3 Agustus 2012 at 13:05

    yang seperti ini sangat sulit saya pahami.. hehehe

     
    • SanG BaYAnG

      3 Agustus 2012 at 18:19

      Gak paham jua ndak pa-pa Mase.., mungkin suatu saat nanti tolong buating tutorialnya ya mase.. :D
      TErimakasih mase.. :)

       
  3. cumakatakata

    3 Agustus 2012 at 08:58

    pingin komentar yang waaah gtu…
    tapi gak tau gmana komentarnya heheeee.
    keren mas bayang eh mas sang

     
  4. Ely Meyer

    3 Agustus 2012 at 08:26

    pedagang roti bakar belum tentu kalah bahagia sama org org yg bermobil mewah itu, kadang malah sebaliknya

     
  5. Arumsekartaji

    2 Agustus 2012 at 21:20

    Sudah tak moderasi komentarnya, maklum menjelang subuh ini buka internet kembali. Salam sehat.

     
    • SanG BaYAnG

      2 Agustus 2012 at 21:24

      He.hehe.., iyah.., barusan kesana udah terlihat..
      Terimakasih mbakyu.. :D
      Salam..

       
  6. Senjakala Adirata

    2 Agustus 2012 at 20:59

    idealisme bukan masalah materi!

     

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 549 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: