Malam Bulan Pemabuk
Puisi : Sang Bayang
Pijar bulan sajikan indah manik matamu
Kala kabut-kabut menggeliat
Tanpa jeda mempersolek diri
dengan kapas mewarnai bukit
Di jantung malam kau belah waktu
Sajikan secloki arak yang membuatku mabuk ingatan
Tidurkanku seperti mekar mengkeret putri malu
Hingga bangkit nanti kuingat
Kembali pada siapa aku dan diriku sebenarnya
Ini lebih baik bagiku
Ketimbang mabuk keadaan yang memancung syaraf
Mengantar tangis dan tawa tanpa teman
di tempat terasingku
Ambarawa, 08 Agustus 2012


31 Respon untuk Malam Bulan Pemabuk