Musim Di Malam Seribu Bulan
Puisi : Sang Bayang
Musim di malam seribu bulan
Seribu bayangan menangis penuh warna
terbelenggu segelintir kebiasaan lama
Anak-anak manusia berlomba di sasana tak bertuan
dengan secuil kebajikan di agung-agungkan
mengharap seribu pengabulan mimpi disiang hari
Anak manusia musim ini
memburu setan setan berlarian sembunyi
dibalik lembaran-lembaran permadani suci
mengharap keabadian sikap
berkubang darah kemunafikan yang fasikh
bagi manusia-manusia pertunjukan
dalam pigura tanpa cermin dan lukisan
Musim di malam seribu bulan
Mengetuk bilik-bilik pengampunan
yang tiba-tiba saja sesak oleh keserakahan doa
Mulut-mulut tak jeda membaca mantra
syair-syair tua tak bosan di nyanyikan
di antara tekun duduku
menghadap cahaya tanpa wajah
gelembungkan komat-kamit tanpa suara
Sepi pradugaku
pada malam di musim seribu bulan
hening berprasangka
setan mengintip malaikat lewat
menggiring seribu bulan dengan cambuknya
di akhir musim kemenangan manusia
mengantarkan malam
pada kesombongan acuh di lain waktu
Ambarawa, Agustus 2012


satar
12 Agustus 2012 at 19:06
Keberkahan malam yg paling mulia dan cocok diungkapkan dgn bait bait luar biasa
SanG BaYAnG
12 Agustus 2012 at 19:15
Terimakasih mas satar..
Hanya dengan coretan-coretan kata inilah yang bisa saya ungkapkan untuk sebuag keagungan..
Senjakala Adirata
12 Agustus 2012 at 10:40
mengetuk bilik pengampunan demi keserakahan doa??? saya sepakat yang ini…..
SanG BaYAnG
12 Agustus 2012 at 12:17
Kadang tak pernah terpikir, mengapa pada bulan seperti ini tiba-tiba saja orang berbondong-bondong kayak antri sembako, lha kemarin-kmarin ngapain aja..???
Hmm.., apa mungkin ibadah itu punya musim..
Good.., terimakasih mas..
Triyoga Adi Perdana
12 Agustus 2012 at 04:09
Mantap mas, semoga Ramadhan ini kita mendapatkannya. Aminn
SanG BaYAnG
12 Agustus 2012 at 07:33
Amiin..
Mendapat belenggu kebebasan makan dan minum juga ya mase..
Triyoga Adi Perdana
12 Agustus 2012 at 07:34
Hehehehe. .
SanG BaYAnG
12 Agustus 2012 at 07:42
Ha.. :-O
HALAMAN PUTIH
12 Agustus 2012 at 02:36
Semua malam ganjil, bisa juga genap di sepuluh hari terakhir Ramadhan tahun ini karena awal Ramadhannya berbeda. Jadi mau kalau mau menyongsong malam seribu bulan ya setiap malam kita harus berjaga2.
SanG BaYAnG
12 Agustus 2012 at 07:30
Seharusnya memang kayak mas bilang. Seperti yang tersebut pada akhir bait, dinyatakan “acuh di lain waktu” dalam artianya yang menegaskan “Jangan samakan ibadah seperti musim rabutan”..
Salam sukses..
srierizky
11 Agustus 2012 at 22:43
Berjuta harapan,terangkai dalam do’a
Saat tangan tengadah
Semoga kita mendapatkan malam yang mulia itu
SanG BaYAnG
11 Agustus 2012 at 22:45
Amiin..
Semoga malam itu kan datang disaat kita sedang tidak terlena..
srierizky
11 Agustus 2012 at 22:50
Amiin…
Satuju pisan >>( Setuju banget dalam bahasa sunda)
SanG BaYAnG
11 Agustus 2012 at 22:54
Amiin..
Syukurlah..
#iyah.., ngarti seketik, sempat lama jua di karawang
cumakatakata
11 Agustus 2012 at 18:29
semoga nama kita termasuk dalam nama2 yang mendapatkan karunia ini mas…
SanG BaYAnG
11 Agustus 2012 at 18:38
Amiin.., semoga untuk seterusnya..
Riffrizz
11 Agustus 2012 at 17:48
waduh, jadi inget kalau malam ini malam ganjil
peci mana peci?
SanG BaYAnG
11 Agustus 2012 at 18:02
Eit.., jangan cuma untuk saat ini saja Gan..