Pohon Kecilku Bermain
Puisi :Sang Bayang
Mataku memandang tiada tandingan
gunung-gunung berkawan tebing
sawah ladang kaki langit membentang
menyusun waktu ditebing berbatu
air mengalir
tanpa cemar keremangan jaman
Masih kuingat
matahari pagi seenaknya beraksi
selaksa mengores kuas tanpa aturan
diujung mata melukis agung naturalist
picassostylepun tiarap tak lebih bergaya
Kulihat sepreh dan wungu tua
kokoh menancap gagah ditempat semula
inilah pohon kecilku bermain
saksi setia pagi dan senja
diujung dusun tak lengang senyum lalu-lalang
Ambarawa, Agustus 2012


pena usang
16 Agustus 2012 at 02:56
Ane dapet maksudnya gan, hehe. Tapi sungguh disayangkan ya, suasana yang ane dapet di puisinya mulai sedikit memudar di dunia nyata karena terselimuti hingar bingar metropolitan
SanG BaYAnG
16 Agustus 2012 at 17:46
Benar sekali mas.., mudah-mudahan di ujung desa sana keindahan itu masih tersisa