RSS

Di Ujung Sebuah Rasa

15 Agu

Di Ujung Sebuah Rasa
Sajak Berantai : Sang Bayang

Seperti bom meledak, kau lempar keputusan tak bisa kutawar
aku bodoh di tempurung kepalamu
tanpa restu adalah konyol
padahal kau tahu, aku bukan penyusu kerbauku
tapi tetap kau seret ragu dalam keyakinan semu
tak pernah kumengerti mengapa kau buang dayung.

Lemah tubuhku seketika di cengkeram kebuntuan asa
seribu langkah mengambang menembus kegelapan
di antara sisa gerimis tadi sore
membasah tak sedingin jiwaku yang hambar
tercampak dalam cuilan-cuilan asa mengambang

Di trotoar masjid agung ini langkahku terhenti
kala syair-syair tentang cinta dan keyakinan diperdengarkan
membawaku pada sebuah kesadaran
sadar arti cinta yang tertancap dan tumbuh di jantungku
Sembulkan makna sebuah rasa yang tak harus memiliki

Kepergianku darimu
membawa luka duri mawar tanpa goresan
mengantarku pada dasar kolam pembuktian
kekuatan abadi bahagiaku tanpamu
hingga suatu saat nanti kau akan mengerti
bahwa aku bukan orang yang mecintaimu
sedangkal telaga pikiranmu.

***
Berbekal lulusan Fakultas Tarbiyah
berlari dari kenyataan-kenyataan kelam
meninggalkanmu yang masih membatu
sementra langkahku tak terhitung menapak

Aku yang lima tahun lalu
seharusnya kini, menjadi lebih tua
malah menjadi bocah pengigau yang bercumbu dengan lamunan
Batinku tersiksa
dan aku tak mampu melupakanmu

Begitu banyak keindahan tersaji disini
namun yang kuingat
hanyalah menyusuri kota ngawi bersamamu
aku tak pernah bisa lepaskan semua tentangmu.
Entah berapa tabib dan dukun jiwa
semua
tiada kuasa racik ramuan asa
Entah, sudah berapa gadis kutemui
tak satupun mampu menembus lingkar bayangmu
apalagi untuk menyentuh hatiku

Selama lima tahun
jiwaku seperti roda dokar
berputar terpancang di porosnya
membuatku tak banyak bergerak
selain mengikuti kemana kudaku berjalan
Sebab aku telah terpasung di antara ring berlapismu
terkurung bayang-bayang dalam lamunan tanpa ujung.

Ambarawa, Agustus 2012
*Di Ujung Sebuah Rasa*
(Dalam Sajak Berantai Sebuah Pembuktian)

**************************************************************************
Maaf.., terpaksa saya penggal karena sedang mati rasa dan terlalu panjang.

 
42 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Agustus 2012 in Puisi, Sajak, Sajak Berantai, Syair

 

Tag: , , ,

42 responses to “Di Ujung Sebuah Rasa

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 547 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: