Dua Bait Sebuah Rasa
Sajak Berantai : Sang Bayang
Lima tahun di pembaringan asing
sia-sia kesendirianku menempuh sepi
kau rangsek bunga-bunga yang tak kuncup sirnakan duri
kala udara kamar, memar tanpa selaput ruang
membuat paruku mengeluh penuh batu
serasa sempit rongga liang lahat kuhisab
seakan siap menimbun dengan segunduk tanah
Di luar sajak dan puisiku
mungkin.., aku menangis tanpa nada jelas
tak pernah menjelaskan hidupku yang berputar-putar
dalam lingkaran bait sajak tanpa sudut
sedangkan hidup kuharap indah, dengan lekukan seginya
hingga kau bilang iya dalam rasa yang menggema
ketika cinta terucap tak lagi sumbang
Ambarawa, Agustus 2012


shortpend
17 Agustus 2012 at 05:50
puisi ini menjelaskan tentang suasana hati sang penyair, dimana dirinya seolah tak mengerti dirinya/ tak mengenal dirinya(pembaringan asing..) namun berharap ada seseorang yang mengisi celah-celah di lubang hatinya(sia-sia kesendirianku menempuh sepi
kau rangsek bunga-bunga yang tak kuncup sirnakan duri). Ini dibuktikan dengan munculnya kata tokoh ‘kau’ di sini. Kau boleh jadi adalah teman, keluarga atau kekasih..
lebih jauh penyair berusaha menggambarkan betapa dirinya benar-benar diliputi kegundahan dengan kalimat yang manis sekali(kala udara kamar, memar tanpa selaput ruang
membuat paruku mengeluh penuh batu
serasa sempit rongga liang lahat kuhisab
seakan siap menimbun dengan segunduk tanah)
Paragraf kedua lebih menjelaskan tentang pelarian sang penyair, dimana ia melarikan segala rasanya yang berkecamuk itu. Puisi, syair adalah jawabannya. meskipun syairnya itu tidak bisa menjelaskan tentang kepedihannya secara utuh(Di luar sajak dan puisiku
mungkin.., aku menangis tanpa nada jelas
tak pernah menjelaskan hidupku yang berputar-putar
dalam lingkaran bait sajak tanpa sudut
sedangkan hidup kuharap indah, dengan lekukan seginya)
Lalu penyair menutup dengan kata kunci ini(hingga kau bilang iya dalam rasa yang menggema
ketika cinta terucap tak lagi sumbang..). penutup yang manis, bahwa ada sesuatu yang paling diharapkan oleh penyair untuk bisa mengatasi kegundahannya/kepedihannya itu, yaitu ketika cinta terucap tak lagi sumbang….thanks.
saya berusaha menikmati puisi anda, salam
SanG BaYAnG
17 Agustus 2012 at 17:51
Hehehe.., Pinter sekali si Om ni..
Andai disuruh menjabarkan seperti sampean ini, yakin deh kalau saya pasti tak bisa
Salut.. salut.., jempol dua deh pokoknya..unutk si Om..
Terimakasih sekali Om.., selamat menikmati..
shortpend
17 Agustus 2012 at 18:25
hikz..ternyata ente keponakanku yang tercecer y
SanG BaYAnG
17 Agustus 2012 at 18:29
Mungkin juga Om.., saya kan juga salah satu manusia yang tak pernah tahu sejak kapan menjadi benih tertanam kemudian hidup..
shortpend
17 Agustus 2012 at 20:55
haha,, jangan-jangan kamu bukan berasal dari benih dari seseorang yang kamu anggap sebagai orang tuamu…bisa dicek tuh…heheheh***senang bercanda dengamu
SanG BaYAnG
17 Agustus 2012 at 21:01
Iyah.., sebelum di cek tak fermentasine dulu
wkxkxkxkx..
adakah manusia yang tahu sejak kapan ia menjadi embrio..
Ni Made Sri Andani
17 Agustus 2012 at 04:41
“hidup yang berputar-putar…” mungkin serupa dengan putaran-putaran yang juga dimiliki oleh orang lain,namun tak terkspresikan..
Nice poetry..
SanG BaYAnG
17 Agustus 2012 at 17:46
Terimakasih Mbak Andini..
Semoga akan banyak putaran yang terekspresi ya mbak..
yisha
17 Agustus 2012 at 03:13
hmmmmmmm…………………
SanG BaYAnG
17 Agustus 2012 at 17:44
ahhhhhh..
bintangtimur
17 Agustus 2012 at 02:21
Ehm, ehm…cinta memang punya banyak rasa…dua bait sebuah rasa ini salah satunya…
Romantiiiiis
SanG BaYAnG
17 Agustus 2012 at 17:44
Hehehe.., Mbak er..
Pa kabar mbak..???
Terimakasih sekali dah sudi mampir..
Ely Meyer
16 Agustus 2012 at 19:02
suit .. suit .. akhirnya bersatu
SanG BaYAnG
16 Agustus 2012 at 19:27
Semoga harapan itu terpenuhi..
E’eh.., ini piantun putri kq yo pinter men suit suit
zasseka
16 Agustus 2012 at 18:12
wah wes… tambah jero tulisane.. tambah angel aku ngoyok…
SanG BaYAnG
16 Agustus 2012 at 18:39
Weh.., ngenyek..
zainal
16 Agustus 2012 at 20:18
hehe..
Bandem kupat wae..
SanG BaYAnG
16 Agustus 2012 at 20:44
Wkxkxkx.., aku ya cocok kih
Gaweken kupate ndang..
zasseka
17 Agustus 2012 at 16:43
halah… malah di omong ngenyek..
hahahahha
SanG BaYAnG
17 Agustus 2012 at 17:52
Lha ini asal aja je..
zainal
16 Agustus 2012 at 20:20
ngoyok’e numpak sepur,sob..
Hehe..
SanG BaYAnG
16 Agustus 2012 at 20:45
Halah.., berapa skala rigther kih