RSS

Akhir Penantian Sebuah Rasa

17 Agu

Akhir Penantian Sebuah Rasa
Sajak Berantai : Sang Bayang

Sebelum beku kuterbitkan matahari
dengan sisa kerdipan asa yang membara
memungut serpihan mawar lapuk
tercecer di sepanjang jalan
menepi di ujung batas penantian

Aku berlari meninggalkan riwat riwayat
kabarkan bahagia dalam catatan buram
terpenggal diantara kata tanpa makna

Seperti janji anak manusia
ketika menabuh keanggunan masa
dibalik nama tak pernah menjadi raja
hingga terbakarlah bawah pusarnya
memanggil nikmat janji sesat
pada kawan di sudut kampung

Dan aku
datang di pertengahan bulan
memenuhi janji sebuah pembuktian
menuang makna pengorbanan
demi sebuah rasa
demi nama dan kehormatan
ketika anggrek mekar menyunting mawar
meronce melati di sanggul kepala
di hari kemenangan manusia
juga kemenanganku sebagai seorang pria
untuk menjadi raja bagi beberapa manusia.

Ambarawa, Agustus 2012

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Agustus 2012 in Puisi, Puisi Cinta, Sajak, Sajak Berantai, Syair

 

Tag: , , ,

One response to “Akhir Penantian Sebuah Rasa

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 549 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: