Akhir Penantian Sebuah Rasa
Sajak Berantai : Sang Bayang
Sebelum beku kuterbitkan matahari
dengan sisa kerdipan asa yang membara
memungut serpihan mawar lapuk
tercecer di sepanjang jalan
menepi di ujung batas penantian
Aku berlari meninggalkan riwat riwayat
kabarkan bahagia dalam catatan buram
terpenggal diantara kata tanpa makna
Seperti janji anak manusia
ketika menabuh keanggunan masa
dibalik nama tak pernah menjadi raja
hingga terbakarlah bawah pusarnya
memanggil nikmat janji sesat
pada kawan di sudut kampung
Dan aku
datang di pertengahan bulan
memenuhi janji sebuah pembuktian
menuang makna pengorbanan
demi sebuah rasa
demi nama dan kehormatan
ketika anggrek mekar menyunting mawar
meronce melati di sanggul kepala
di hari kemenangan manusia
juga kemenanganku sebagai seorang pria
untuk menjadi raja bagi beberapa manusia.
Ambarawa, Agustus 2012


Satu Respon untuk Akhir Penantian Sebuah Rasa