Kyai Kembang Sore
Sajak : Sang Bayang
Langkahku menyala matahari,
langit dikerubut warna jingga,
bertarung kabut tak terusik insan.
Getar mataku lebar,
menganga sapa deretan sidoramping,
gunung jabol arang,
birukan mataku menatap lawu.Kyai Kembang Sore
Waktu hanyalah cerita,
bibir adalah sepasang media.
Hari hari adalah saksi,
ketika keagungan mulai dipertunjukan,
mengarung waktu di sudut tanah perdikan,
saksi kelebihan, mengukir prasasti tanpa batu
melewati masa sebagai manusia setengah dewa.
Magetan, Agustus 2012


Hijihawu
24 Agustus 2012 at 16:50
Mashur karena keharuman nama baik?
SanG BaYAnG
24 Agustus 2012 at 17:34
Benar sekali Mbakyu.., Begitulah kemashuran Kyai Nala Dipa dengan gelarnya Kyai Ageng Kembang Sore..
#pinter banget si embaknya ini..
cumakatakata
24 Agustus 2012 at 15:39
tambah suwi, kata-katane tambah jeru….
nok magetane daerah endi Mas?
SanG BaYAnG
24 Agustus 2012 at 17:32
Jare pepatah.. ‘tambah jeru tambah gede sumbere’ mas.. hehehe..
Di tanah perdikan bumi pacalan mas.., desa Pacalan-Plaosan (sebelum pasar Plaosan)
cumakatakata
25 Agustus 2012 at 03:02
wah Plaosan, adem no….
SanG BaYAnG
25 Agustus 2012 at 17:43
Lum seberapa dingin mas..
cumakatakata
26 Agustus 2012 at 05:30
Trus seng adem teng pundi Mas?
SanG BaYAnG
26 Agustus 2012 at 09:39
Ondo rante kayaknya udah lumayan dingin mas.., hampir kekes kayading tembus ing sumsum..
cumakatakata
26 Agustus 2012 at 09:45
Ondo rante???
teng pundi niku Mas???
SanG BaYAnG
26 Agustus 2012 at 10:03
Waduh.., jalan mendaki (bagi yg suka tantangan) di jalur terjal arah argo lawu..
cumakatakata
26 Agustus 2012 at 10:29
wah nantang tempat ya mas Bay…..
saya gak tau Mas….
SanG BaYAnG
26 Agustus 2012 at 17:18
Wah.., enggak ah kalau nantang tempat.. “Tempatnya menantang” gitu ajah sebutnya..
Gak tau juga gak pa pa mas..
cumakatakata
27 Agustus 2012 at 00:05
hmmmm…
bener2…..
SanG BaYAnG
27 Agustus 2012 at 17:29
betul betul betul..
izzawa
24 Agustus 2012 at 11:26
sama mas saya mikir dulu
SanG BaYAnG
24 Agustus 2012 at 17:29
Silhakan Mbakyu.., tak tunggu buah pikirnya yah..???
evi
24 Agustus 2012 at 01:39
Suka pd judulnya Kyai Kembang sore..
Sore hanya sepatak waktu
Jalan bagi sang jingga menuju tidur sementara
SanG BaYAnG
24 Agustus 2012 at 17:27
Semoga di antara tidur dan mimpinya senja, mampu menyusuri sepetak waktu yang penuh misteri, digelang lawu dalam sebuah antologi.
Terimakasih mbakyu Evi..
monda
24 Agustus 2012 at 01:07
kyai kembang sore itu maksudnya senja bukan ya….?
masih belajar menikmati puisi he..he..
SanG BaYAnG
24 Agustus 2012 at 17:24
Kyai Kembang Sore bernama asli Kyai Nala Dipa yang memiliki keistimewaan “setiap tanaman yang ditanam pada pagi hari akan berbunga pada saat sore”.
Salam Karya.., semoga bisa mbakyu menikmati..
pena usang
23 Agustus 2012 at 22:58
Ada makna yang belum dapat saya cerna mas *mikir keras*
SanG BaYAnG
24 Agustus 2012 at 17:19
Biasa saja mase.., jangan terlalu keras, ini kan sekedar iseng..
Ely Meyer
23 Agustus 2012 at 21:54
hmmm … mikir mikir dulu, takut salah mengartikan
SanG BaYAnG
23 Agustus 2012 at 22:01
Hehehe.., selamat pagi mbakyu..
Salah jua ndak pa pa mbakyu.., tenang aja lawong pak gurunya masih pada sibuk di udik..