RSS

Kyai Kembang Sore

23 Agu

Kyai Kembang Sore
Sajak : Sang Bayang

Langkahku menyala matahari,
langit dikerubut warna jingga,
bertarung kabut tak terusik insan.
Getar mataku lebar,
menganga sapa deretan sidoramping,
gunung jabol arang,
birukan mataku menatap lawu.

Kyai Kembang Sore
Waktu hanyalah cerita,
bibir adalah sepasang media.
Hari hari adalah saksi,
ketika keagungan mulai dipertunjukan,
mengarung waktu di sudut tanah perdikan,
saksi kelebihan, mengukir prasasti tanpa batu
melewati masa sebagai manusia setengah dewa.

Magetan, Agustus 2012

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Agustus 2012 in Puisi, Sajak, Syair

 

26 responses to “Kyai Kembang Sore

  1. Jodi

    11 Desember 2013 at 14:40

    halo

     
  2. Hijihawu

    24 Agustus 2012 at 16:50

    Mashur karena keharuman nama baik?

     
    • SanG BaYAnG

      24 Agustus 2012 at 17:34

      Benar sekali Mbakyu.., Begitulah kemashuran Kyai Nala Dipa dengan gelarnya Kyai Ageng Kembang Sore.. :)

      #pinter banget si embaknya ini.. ;)

       
  3. cumakatakata

    24 Agustus 2012 at 15:39

    tambah suwi, kata-katane tambah jeru….

    nok magetane daerah endi Mas?

     
    • SanG BaYAnG

      24 Agustus 2012 at 17:32

      Jare pepatah.. ‘tambah jeru tambah gede sumbere’ mas.. hehehe.. :D

      Di tanah perdikan bumi pacalan mas.., desa Pacalan-Plaosan (sebelum pasar Plaosan)

       
      • cumakatakata

        25 Agustus 2012 at 03:02

        wah Plaosan, adem no….

         
        • SanG BaYAnG

          25 Agustus 2012 at 17:43

          Lum seberapa dingin mas.. :mrgreen:

           
          • cumakatakata

            26 Agustus 2012 at 05:30

            Trus seng adem teng pundi Mas?

             
            • SanG BaYAnG

              26 Agustus 2012 at 09:39

              Ondo rante kayaknya udah lumayan dingin mas.., hampir kekes kayading tembus ing sumsum.. :mrgreen:

               
              • cumakatakata

                26 Agustus 2012 at 09:45

                Ondo rante???

                teng pundi niku Mas???

                 
                • SanG BaYAnG

                  26 Agustus 2012 at 10:03

                  Waduh.., jalan mendaki (bagi yg suka tantangan) di jalur terjal arah argo lawu.. :D

                   
                  • cumakatakata

                    26 Agustus 2012 at 10:29

                    wah nantang tempat ya mas Bay…..

                    saya gak tau Mas….

                     
                    • SanG BaYAnG

                      26 Agustus 2012 at 17:18

                      Wah.., enggak ah kalau nantang tempat.. “Tempatnya menantang” gitu ajah sebutnya.. :D

                      Gak tau juga gak pa pa mas.. :mrgreen:

                       
                    • cumakatakata

                      27 Agustus 2012 at 00:05

                      hmmmm…
                      bener2…..

                       
                    • SanG BaYAnG

                      27 Agustus 2012 at 17:29

                      betul betul betul..

                       
  4. izzawa

    24 Agustus 2012 at 11:26

    sama mas saya mikir dulu :lol:

     
    • SanG BaYAnG

      24 Agustus 2012 at 17:29

      Silhakan Mbakyu.., tak tunggu buah pikirnya yah..??? :mrgreen:

       
  5. evi

    24 Agustus 2012 at 01:39

    Suka pd judulnya Kyai Kembang sore..
    Sore hanya sepatak waktu
    Jalan bagi sang jingga menuju tidur sementara

     
    • SanG BaYAnG

      24 Agustus 2012 at 17:27

      Semoga di antara tidur dan mimpinya senja, mampu menyusuri sepetak waktu yang penuh misteri, digelang lawu dalam sebuah antologi.

      Terimakasih mbakyu Evi.. ;)

       
  6. monda

    24 Agustus 2012 at 01:07

    kyai kembang sore itu maksudnya senja bukan ya….?
    masih belajar menikmati puisi he..he..

     
    • SanG BaYAnG

      24 Agustus 2012 at 17:24

      Kyai Kembang Sore bernama asli Kyai Nala Dipa yang memiliki keistimewaan “setiap tanaman yang ditanam pada pagi hari akan berbunga pada saat sore”.
      Salam Karya.., semoga bisa mbakyu menikmati.. :)

       
  7. pena usang

    23 Agustus 2012 at 22:58

    Ada makna yang belum dapat saya cerna mas *mikir keras*

     
    • SanG BaYAnG

      24 Agustus 2012 at 17:19

      Biasa saja mase.., jangan terlalu keras, ini kan sekedar iseng.. :D

       
  8. Ely Meyer

    23 Agustus 2012 at 21:54

    hmmm … mikir mikir dulu, takut salah mengartikan

     
    • SanG BaYAnG

      23 Agustus 2012 at 22:01

      Hehehe.., selamat pagi mbakyu.. :D
      Salah jua ndak pa pa mbakyu.., tenang aja lawong pak gurunya masih pada sibuk di udik.. :mrgreen:

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 548 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: