RSS

Pamor Kembang sore

25 Agu

Pamor Kembang sore
Sajak : Sang Bayang

Duduk laksana batu tak ubahnya patung linglung, lenyap akal dipembaringan jaman, hilang pranala maya dan fana, disamping nisan Kyai Nala Dipa. Menguping alunan bibir, tentang sebatang tangkai yang menancap di tanah perdikan, tanpa pelindung dibakar surya dahana.

Tak nalar embun pagi, meniup mekar bunga bunga senja, menebar aroma, selaksa dupa wangi kembang keagungan legenda. Menyeberangi waktu mengukir masa, di tanam pagi, mekar kembang sore kala senja tiba. Buah buah sehari lebat, ranum tanpa jeda. Mekar di bibir tanah perdikan bumi pacalan, hingga sematkan gelar Kyai Ageng Kembang Sore.

Di bakar keagungan tempat, padam dan pudarlah aku, hancur lebur sejengkal kesombongan.
Kesaktian sirna ditelan legenda, mantra mantra kehilangan keramat, azimat kehilangan tuah, luluh temah sekejab larut, jasad kalis tanpa emban, laksana bayi lepas dari momongan.

Dan aku hanyalah wadak, secuil tanah liat, menggeliat dengan keangkuhan. Serakah dan tamak, semata galah duniawi. Di ujung belahan bumi selatan tanpa padepokan, runtuhlah bakal bangkai, dibatu nisan belakang masjid tiban. Luruh jiwa jiwa fana, diterpa senyawa pamor ningrat, para adipati, penggede negeri, mataram tempo doeloe.

Magetan, Agustus 2012
*Gelang Gelang Lawu*

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Agustus 2012 in Puisi, Religi, Sajak, Syair

 

Tag: , ,

10 responses to “Pamor Kembang sore

  1. Lia Nurmalasari

    26 Agustus 2012 at 01:58

    Yaah.. harus belajar bahasa jawa dulu ini :D

     
    • SanG BaYAnG

      26 Agustus 2012 at 10:06

      Kan gak semuanya jawa.. :mrgreen:

       
  2. Ely Meyer

    25 Agustus 2012 at 18:02

    ra mudeng

     
    • SanG BaYAnG

      25 Agustus 2012 at 18:27

      Podo no.. :P

       
      • Ely Meyer

        25 Agustus 2012 at 18:29

        lho kok iso ? sampeyan kan sing nyerat ?

         
        • SanG BaYAnG

          25 Agustus 2012 at 18:33

          Nyerate pas khilaf kq.., dadi yo lali maknane.. :D

          #kata ini sebenare begitu datar dan sederhana :roll:

           
  3. Senjakala Adirata

    25 Agustus 2012 at 02:32

    entri bahasa Jawa seperti ini membuat saya kangen meski sebenarnya mesti mengerutkan kening untuk mengingat mencari artinya.

    kapan mau kopdar? Sudah masuk kerja panjenengan?

     
    • SanG BaYAnG

      25 Agustus 2012 at 17:41

      Hahaha.., ternyata sama mas.., snadyan wong jawa tapi kadang gak mudeng bahasa jawa.. :lol:

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 547 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: