RSS

Sajak Yang Kesepian

25 Agu

Sajak Yang Kesepian
Sajak : Sang Bayang

Malam demikian samar wajahmu tergambar, sesamar mimpi yang tak pernah kuakui, bahwa aku mencintai sepinya malam ini.

Separuh bulan di atas langkah malam terbelah, menyisir ingatan peta dalam sebuah sajak, ketika raga tak lagi bersua.

di palung palung rindu kucari nama, diantara karang yang tak lagi indah, dimana lagi tempat cinta di tempa..???

Kemana rahasia sembunyikan tanur tanur asa, aku senantiasa mencari jawab atas sebuah tanya, oh..kemana..???

Entah berapa kali ku eja waktu, yang kutemui hanyalah teka teki sepanjang jejak, sejauh mana kaki melangkah.

Ambarawa, Agustus 2012

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Agustus 2012 in Puisi, Puisi Cinta, Sajak, Syair

 

Tag: , ,

18 responses to “Sajak Yang Kesepian

  1. guru satap

    30 Agustus 2012 at 18:17

    Sajak yang indah. Namun bahwa setiap penanda memiliki makna. Maka aku bertanya;
    apa maksud dari elipsis dan tanda tanya yang jamak itu? :)

    salam.

     
    • SanG BaYAnG

      30 Agustus 2012 at 18:26

      hehehe., sekedar penulisan jamak atas tanya dan pencarian tak terhitung jumplah sepanjang waktu yang ditegaskan pada kalimat akhir pada sajak pak.. :mrgreen:

       
      • guru satap

        30 Agustus 2012 at 18:39

        Baik, terima kasih atas keterangannya Mas. Tetapi lazimnya, terlepas dari kaidah licentia poetica, bahwa elipsis mestinya sejumlah 3 titik atau 4 titik jika di akhir kalimat. Lalu sudah ada tanda elipsis yang menandakan “sangat” tapi mengapa tanda tanya mesti ada sejumlah 3? he.he.. :)

        Maaf lho Mas, saya banyak bertanya. Yah, mumpung ada nara sumbernya.

         
        • SanG BaYAnG

          30 Agustus 2012 at 19:01

          Mengapa ada banyak..??? cuma kebiasaan menulis (.., ..???, ..!!!) agar lebih enak dilihat dan penggambaran tanya yang tak terhitung seperti kata “hahaha..ha” :D

          Berjumplah tiga sekedar cara saya untuk menarik perhatian tanya yang belum pernah saya jumpai pada penulisan syair pak, dan tanda “.., ..???, ..!!!) sering kali ada pada tulisan saya.. :D

          Hehehe.., Ah.. Bapak Guru ini ada-ada saja, seharusnya saya yang harus bertanya kepada Bapak.
          Ndak apa-apa Pak, mudah-mudahan ada jawab atas segala pertanyaan.
          Wah.., maaf juga Pak, jangan terlalu berlebihan, saya bukan narasumber seperti yang Bapak ungkapkan. Lbih baik saling berbagi daripada saling memuji Pak :mrgreen:

           
  2. itatea

    26 Agustus 2012 at 11:01

    sing:kemana kemana kemana…?
    (biar nyambung ama puisinya…. :))
    nb.maaf lahir bathin yo mas bayang hehe

     
    • SanG BaYAnG

      26 Agustus 2012 at 17:20

      Anggap aja nyambung mbakyu.., kalau gak nyambung ntar kita lem pake upo.. :mrgreen:

      Hehehe.., maaf lahir bathin juga mbakyu.. salam untuk sikecil yah.. ;)

       
  3. flanelimutku

    26 Agustus 2012 at 03:30

    suka puisi ya mas? salam kenal, saya juga sangat suka dunia kata-kata :)
    Puisi ini bagus!

     
    • SanG BaYAnG

      26 Agustus 2012 at 09:36

      Kebetulan sedang iseng saja kq mbak.. :)

      Wah.., suka duni kata brarti kata katanya pasti hebat donk..

      Terimakasih mbak imutku.. ;)

       
      • flanelimutku

        29 Agustus 2012 at 15:08

        hm.. gk hebat juga :D masih terus belajar kok

         
        • SanG BaYAnG

          29 Agustus 2012 at 17:52

          SIPS.., selamat belajar bersama.. ;)

           
  4. prih

    26 Agustus 2012 at 02:43

    Pencarian jawab atas tanya dari palung hingga tanur, selamat terus berkarya

     
    • SanG BaYAnG

      26 Agustus 2012 at 09:31

      Begitulah mbak ketika malam hanya memberikan sepi dalam sebuah sajak.. :)

      Terimakasih mbakyu.. :)

       
  5. evi

    25 Agustus 2012 at 23:08

    Sepi tak merenggut rindu dari jiwa
    Malah membahana sebab malam menyimpan cerita
    Tentang duka, tangisan cinta dan terputusnya asa
    Salam bagimu yg menikmati tepi malam
    Bercumbu di sepi tembulsn
    ..
    haha..maksa banget komennya ya Mas…

     
    • SanG BaYAnG

      26 Agustus 2012 at 09:27

      Dipaksa tambah sik asik..mbak evi.. :)

      Terimakasih telah mengabarkan nikmatnya tepi malam dalam baluran sepinya rembulan mbakyu.. ;)

       
  6. Ely Meyer

    25 Agustus 2012 at 18:00

    apakah tanur itu ?

     
    • SanG BaYAnG

      25 Agustus 2012 at 18:40

      Perapian atau “Pembakaran (untuk membakar batu kapur)”

       
      • niqué

        26 Agustus 2012 at 01:21

        untung mbak Ely udah nanya, saya pun tertanya2 tadi tuh :D

         
        • SanG BaYAnG

          26 Agustus 2012 at 09:08

          Hehehe.. :)
          Maka beruntunglah mbakyu.. :mrgreen:

           

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 547 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: