Sepi Dalam Sebuah Sajak
Sajak : Sang Bayang
Malam menunjukan kelamnya,
ketika sebagian orang lelap dipembaringan,
seolah mati
tak pernah mengerti
kapan air liurnya mengalir.Di tengah sepi bahagiaku ada,
diantara bahagia
ketentraman kudapat
dibalik jiwa dan hari hari sepi yang bahagia,
sebab bahagia dalam sepi adalah cita.Sengaja kurengkuh tepi malam,
bukan lantaran pengecut,
bukan mengungsi
pada sepi demi ketentraman
seperti ahli semedi
sedang menggapai secuil nikmatnya surga.Dalam kesunyian ini getar nadiku menjalar,
mengolah sepi dalam periuk sajak,
ketika sepi tak lagi lari
sembunyi kepuncak gunung,
tempat tempat keramat,
sebab sepi ada dimana mana tempat.Sepi hanyalah gua bagi jiwa,
tak mencemari otak,
hingga mampu berpaling dari segala urusan
beserta embel embelnya.Sungguh pasti bisa kau tebak isi sajak,
pada hakikat sepi hidup modern,
dimana tak ada waktu luang
untuk hentikan bunyi bunyi.
Ambarawa, Agustus 2012
(Sajak Sajak Kesepian)


Tikatiko
1 September 2012 at 18:13
sepi itu ketika jauh dariNya
SanG BaYAnG
1 September 2012 at 18:20
seperti ahli semedi sedang menggapai secuil nikmatnya surga.
Sepi hanyalah gua bagi jiwa,
tak mencemari otak,
hingga mampu berpaling dari segala urusan (selain tentang keyakinan)
Tikatiko
1 September 2012 at 18:22
sepi itu waktunya tidur mas
SanG BaYAnG
1 September 2012 at 18:26
Tidur itu waktu ngantuk.., kalau ndak ngantuk gimana haiyo..???
cumakatakata
31 Agustus 2012 at 17:34
aku tak bisa tidur karena bising
bising yang ditimbulkan kesunyian
aku tak lagi bisa membedakan sunyi dan bising
SanG BaYAnG
31 Agustus 2012 at 19:15
Jangan dibedakan mas, marai bingung milih.. wkxkxkx
cumakatakata
1 September 2012 at 00:38
hahahaa….
bener Mas, awak’e dewe butuh karone….
SanG BaYAnG
1 September 2012 at 17:27
Hnah.., keseimbangan adalah jawabnya..
#masih dalam perkiraan..
cumakatakata
2 September 2012 at 07:13
jawabnya adalah keseimbangan….
SanG BaYAnG
2 September 2012 at 07:35
1 ons lawan 1 ons kah..???
cumakatakata
2 September 2012 at 07:38
iyo sudah, terserah kau….
SanG BaYAnG
2 September 2012 at 08:34
Yowis, karo bolodewe tak murahi seprapat wis..
cumakatakata
8 September 2012 at 10:40
hahaaaaa…. gak tego aku mas, seper telu ae yo….
SanG BaYAnG
9 September 2012 at 06:28
Lah.., nek sak munu yo gak sido bati nuh.. wkxkxkxkx
cumakatakata
9 September 2012 at 11:28
halah, karo konco bati lan rugi nomer 3 Mas…
SanG BaYAnG
11 September 2012 at 04:43
Yowis.., ijoli ongkose wae lah..
pena usang
30 Agustus 2012 at 00:22
Tapi terkadang sepi yg bikin kita terseret ke bagian diri yg lebih gelap lagi
SanG BaYAnG
30 Agustus 2012 at 18:31
“sepi” dan “kesepian” serupa namun tak sama. Ketika seseorang mampu menciptakan sepi bagi dirinya sendiri maka yang iya dapatkan hanyalah keheningan yang tertuju pada satu tujuan yaitu sebuah keindahan dengan keagunganya.Sementara Kesepian lebih identik dengan pemaknaan kekosongan jiwa tak bertujuan.
denganpuisi
29 Agustus 2012 at 00:54
sepi itu indah,mendekatkan kita oada sang Pencipta
SanG BaYAnG
29 Agustus 2012 at 01:12
Benar sekali.
Dan dalam keindahan sepi dan kehinganya, semesta bersama kita, ketika menggapai cita sebuah rasa.
Salam..
uyayan
28 Agustus 2012 at 13:40
malam ini juga disisni sepi gan…
SanG BaYAnG
28 Agustus 2012 at 18:01
Sama mas..
Selamat menikmati sepinya malam ini..
Senjakala Adirata
28 Agustus 2012 at 12:49
bait terakhir tu ngantem banget. pas…sama sekeliling.
SanG BaYAnG
28 Agustus 2012 at 18:00
Begitulah fakta yang sempat tertangkap dalam kata mas..
Mila
28 Agustus 2012 at 11:23
mau ditemenin ya
SanG BaYAnG
28 Agustus 2012 at 18:00
Iyah.., mau mau mau..