RSS

Seni Dan Kalangwan

31 Agu

Tuhan menciptakan keindahan dengan segala perbedaanya untuk kita nikmati melalui media yang
kadang tidak terduga, termasuk keindahan yang lahir melalui para seniman diantara para penikmat dan pecintanya.

Meski bukan seniman dan tak mengerti seni, entah mengapa akhir-akhir ini aku (pribadi) begitu tergila-gila pada istilah “Seni” dan “Kalangwan” (seni dan keindahanya) hingga menjadi konflik dalam bathin yang sebab apa juga tidak kumengerti..??? Anggap saja kata tersebut sedang menyeretku ketempat asing (sisi lain pribadi) yang akan menjadi cambuk selama menulis meskipun cuma sekedar untuk mengisi waktu luang dari kebiasaan bangun tengah malam. Dan ketika menulis disini, bagiku tak ubahnya seperti membakar sampah dibenak sebelum membusuk, dikerubuti kuman yang bisa membunuh gerak pikiran ketika jari menari. Karena menulis bagiku hanyalah Media Pencetusan Jiwa.

Aku menyukai seni dan keindahanya bukan tanpa alasan. Keinginanku bisa mengerti tentang seni dan menikmatinya dari sosok seorang seniman yang kadang hidup di alam lain (sulit dimengerti) bahkan memiliki dunianya tersendiri itulah yang mungkin memanggil jiwaku. Dalam kenikmatanya aku berharap bisa memiliki kebahagian hakiki yang bisa ku agung agungkan di negeri bayangan bersama bayanganku sendiri tanpa harus menjadi bayangan orang lain. Dan karena kebahagiaan yang kudapatkan itu, mungkin suatu saat nanti aku akan merelakan segala-galanya hanya untuk mengabdi dengan tulus pada sebuah keindahan, sebab keindahan yang sesungguhnya hanya berpangkal pada “satu” yaitu dari “Yang Indah” beserta ke-Agungan-Nya.

Sejauh kaki melangkah, tidak ada yang bisa kujanjikan dan beri pada seni selain menggambarkan keindahanya yang tertulis dalam prosa ataupun sajak sajak tak enak. Selama itu pula kucoba merasakan rangsangan makna dengan intensitas penuh ketika mengkaji lekuk seginya kehidupan, merasakan waktu jiwa menjelajah dan mengartikulasikanya dalam susunan kalimat walau tak mampu meledak dengan warna warna seperti kembang api menyala, namun aku bahagia bisa melemparkanya menjadi sebuah karya yang tak pernah bisa kupuasi dari keindahanya.

Kini sepertiga malam mengambang ketika nyali egoku membara, dibawah sadar memaki gelar seniman yang tak lagi mampu menyandang kata bijak dibalik kebesaran sebuah nama. Dan dalam kepalan jari-jariku juga tersemat keyakinan yang akan lahir dan bisa terbuka dengan sendirinya bersama kekuatan jiwa, untuk mengabdi dengan sepenuh hati kepada keindahan dan seni itu sendiri atau kepada Yang Agung.

Sumber Gambar Dari Kalangwan

 
39 Komentar

Posted by pada 31 Agustus 2012 in Budaya, Selayang Pandang, Sosial

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

39 responses to “Seni Dan Kalangwan

  1. naniknara

    4 September 2012 at 12:16

    Seni itu indah
    namun jangan dengan alasan indah lantas melanggar norma

     
    • SanG BaYAnG

      5 September 2012 at 02:28

      Namun sayang.., keindahan seni dan norma kadang menjadi sebuah batasan yang sulit untuk disatukan.. :mrgreen:

       
  2. mintarsih28

    2 September 2012 at 17:32

    ada penyair yang dibenci Allah juga sebaliknya. penyair yang hanya mengabdi pada yang Maha indah, smoga kita termasuk di dalamnya.

     
  3. @bima_kurniawan

    2 September 2012 at 07:01

    raga dan pikiran ini juga sedang di gemari seni peran, :) salam kenal sang bayang

     
    • SanG BaYAnG

      2 September 2012 at 07:34

      Wah kebetulan skali.
      Salam kenal juga mas..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 545 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: