Menuju Makam Sultan
Puisi : sang Bayang
Langkah diasuh guru laku
menembus dimensi mimpi bumi kartini.Setipis ingatan tempat
remang berpadu kilau, lesu
fatamorgana mengambang samar
dipersimpangan persimpangan
melempar beribu kata.bundaran ngabul adalah jawab
atas kalimat kalimat
memutar tanya kendali roda
cengkeraman tangan
menyeberang ketitik titik
terang, melenggang tenang
beradu racu knalpot
menendang ruang sepasang pendengaran.dihadang lobang-lobang
sempit penuh ranjau
menganga
sepuluh senti kedalaman menuntut jeli
bola bola mata menghindar
dari jebakan-jebakan tak bertuan
Jepara, September 2012


zasseka
8 September 2012 at 10:47
lah iki toh… sing arane sajak? ehm ehm.. bener2 mulane aku di prentah nulis pas laku.
mantap mas.
SanG BaYAnG
9 September 2012 at 06:31
Apapun namanya ndak masalah mas.., yang penting asal nulis saja..
zasseka
9 September 2012 at 10:53
yo……. nulis kata kata . tanpa atau dengan makna. tetep saja kata dalam makna…
SanG BaYAnG
11 September 2012 at 04:42
Wah.., kalau ndak dimaknai mungkin jua tak kan ada makna gan..