RSS

Menuju Makam Sultan

05 Sep

Menuju Makam Sultan
Puisi : sang Bayang

Langkah diasuh guru laku
menembus dimensi mimpi bumi kartini.

Setipis ingatan tempat
remang berpadu kilau, lesu
fatamorgana mengambang samar
dipersimpangan persimpangan
melempar beribu kata.

bundaran ngabul adalah jawab
atas kalimat kalimat
memutar tanya kendali roda
cengkeraman tangan
menyeberang ketitik titik
terang, melenggang tenang
beradu racu knalpot
menendang ruang sepasang pendengaran.

dihadang lobang-lobang
sempit penuh ranjau
menganga
sepuluh senti kedalaman menuntut jeli
bola bola mata menghindar
dari jebakan-jebakan tak bertuan

Jepara, September 2012

 
30 Komentar

Posted by pada 5 September 2012 in Puisi, Religi, Sajak, Syair

 

Kaitkata: , , , , , , , ,

30 Respon untuk Menuju Makam Sultan

  1. zasseka

    8 September 2012 at 10:47

    lah iki toh… sing arane sajak? ehm ehm.. bener2 mulane aku di prentah nulis pas laku. :)
    mantap mas.

     
    • SanG BaYAnG

      9 September 2012 at 06:31

      Apapun namanya ndak masalah mas.., yang penting asal nulis saja.. :D

       
      • zasseka

        9 September 2012 at 10:53

        yo……. nulis kata kata . tanpa atau dengan makna. tetep saja kata dalam makna… :D

         
        • SanG BaYAnG

          11 September 2012 at 04:42

          Wah.., kalau ndak dimaknai mungkin jua tak kan ada makna gan.. :mrgreen:

           

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 438 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: