Perjalanan Menemui Pak Sawali
Puisi : Sang Bayang
1/5
Malam kukabarkan kepada kawan,
tentang setitik asa bergumpal rindu
meretih basahnya tahun raga tak bersua
mengelupas gantungan setumpuk rindu
beradu didasar kolam kesibukan,
tenggelam dikedalaman samudera
sejernih pikiran, menabur garam dilautan lama.
suara suara kaku berjalan
menyeberang kota diburu detik
mengeja waktu,
memetik luang tak bertepi,
diujung batas kesempatan
raga bertemu menyulam benang benang
misteri dalam ikatan simpul unik dunia
maya dan nyata tanpa pranala.
2/5
Matahari kehilangan taring
dipenggal dingin
menusuk jengkal lekukan raga,
menghujam tebus, merasuk tulang
diselimut mahligai pembaringan
asa membakar tungku perapian.
dua bayangan tak gentar beku
mengusir gigil belenggu kabut,
menyatu langkah membelah tengkuk
gelombang jalanan ular tak berarti.
dihias manja warna warna
memangku bukit tumpukan permadani
sembulan gunung gunung
ramah melambai indah
sepanjang jalan sumowono,
limbangan-mboja.
3/5
menyambung laju sejalan air kaliwungu
tersumbat sebongkah puing selokan dijebol,
semut semut berminyak
lambat, merayap,
dihadang lobang setengah badan.
dua bayangan mencari celah
menyusup pagar pagar bermesin
gerak gerak dibakar
panas matahari jalur pantura.
4/5
setipis ingatan tempat
remang berpadu kilau samar fatamorgana
mengambang dipersimpangan
tak henti melempar kata-kata
keseberang kotak kecil digenggeman
melaju dan terus melaju
dibimbing suara kawan,
jembatan itu adalah jawab
atas kalimat sebuah tanya
dua bayangan menyeberang
ketitik terang, melenggang tenang
berhenti diemperan toko, dekat pohon sengon.
5/5
kembali kukabarkan dekatku yang diam
secepat kijang melompat bayangan biru berkelebat
berputar, satukan dua warna
senyuman senyuman merekah indah
mekar tanpa bunga bunga tangan
beradu jari kepastian tempat tujuan
laju beriringan langkah
syahdu, telusuri tiga tikungan
jalan-jalan perumahan membuka layar
ingatan, beberapa tahun lalu
aku pernah kesini.
kini, datangku mengulang peristiwa
menemui seorang kawan
juga guru sastra untuk semua.
*September 2012*


Alris
5 Oktober 2012 at 13:48
kok gak ada foto pak Sawali, mas.
SanG BaYAnG
6 Oktober 2012 at 02:09
Wa.., saya terlalu miskin untuk membeli sebuah kamera pak. Tapi bila ingin melihat fotonya bisa saja silahkan lihat di http://sawali.info/2009/07/31/sang-bayang-dan-hari-jadi-kendal/
Itu pertemuan pertama saya dengan Pak Sawali pada tahun 2009 lalu.
prih
8 September 2012 at 21:04
Kebahagiaan Pak Sawali sang guru adalah sapaan mitra didiknya.
Panorama Sumawana ke Mboja sungguh indah. Selamat berkarya
SanG BaYAnG
9 September 2012 at 06:32
Hehehehe.., iya.., indah memang..
zasseka
8 September 2012 at 10:43
Perjalana menuju sesuatu yang yang luar biasa, menyeret kata kata dalam makna.
SanG BaYAnG
9 September 2012 at 06:30
Begitulah Mas..
zasseka
9 September 2012 at 10:52
mantabs mas…
SanG BaYAnG
11 September 2012 at 04:41
Terimakasih mas..
evi
7 September 2012 at 07:32
Wow keren ternya catatan perjalan dlm bingkai puisi. Pak Sawali pasti senang dpt kunjungan muridnya..
kengan mengembalikan murid kepada sang guru, merajut cerita masa lalu dan masa depan..nasib ternyata sederhana, mengikat mereka dalam sejarahnya..
SanG BaYAnG
7 September 2012 at 09:37
Hehehe.., sederhana tapi penuh warna bahagia ya Mbak..