RSS

Puisi Rindu

21 Sep

Puisi Rindu.
Puisi : Sang Bayang

Sejenak rintik meratap tangisan kemarau, serupa gerimis ujung matamu. mengintip asa sekedar berharap, semoga esok masih bersemi.

Kala rindu menyala kembali, sepi permainkan warna. mengoyak kesucian yang terluka, dibujuk rayu lepaskan rindu.

Aku berlari. terjebak sunyi pusaran badai, mengambang dipermukaan mimpi. melayang cemas tanpa praduga jatuh dimana.

Dalam sendu kupuisikan namamu, bersama jejak rindu sulaman bintang. menunggu langit yang menggantung, runtuh dimatamu.

Sedikit lapuk ingatanku pada dinding kepala. sesak oleh sajak yang melekat, erat tak mampu tercatat. kala keindahan menunggu untuk dikabarkan.

Padamu malam aku bisa mengeluh tentang asa yang terlunta. turun perlahan dari pucuk malam, tinggalkan perdu benalu titipan duka.

Dalam bait bait rindunya sajak yang ingin berada pada puisi rindu untukmu.

Ambarawa, September 2012

Puisi Rindu : Sang Bayang

PUISI RINDU

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

77 responses to “Puisi Rindu

  1. adi

    6 Januari 2014 at 17:50

    speechless gan…….

     
  2. hayunosakura2708

    24 Desember 2013 at 18:53

    like :)

     
  3. dexgam

    23 Desember 2013 at 02:42

    Sangat menarik gan.. izin simak

     
    • SanG BaYAnG

      26 Desember 2013 at 01:48

      Silakan.., terima kasih atas hadirnya. :)

       
  4. Hanisah

    14 Desember 2013 at 10:19

    pas buat yang LDR:D

     

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 548 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: