RSS

RENUNG REMBULAN TERTUTUP AWAN

22 Apr

RENUNG REMBULAN TERTUTUP AWAN
Oleh : Sang Bayang

Malam tak bisa jadi kawan ketika rintik hujan menginjak bumi tanpa kaki. Meski bunyi-bunyi liar berhamburan, menancapkan hujan tanya getarkan jiwa, biar terpendam, terpasung dalam gemuruh langit yang menjerit. Meneriakan kelam gelisahku–diantara remang rembulan tertutup awan. Dijilat kilat-lidah api yang membakar, kemudian redup dan padam seiring bergulirnya waktu yang tak pernah menunggu.

Meski lukaluka datang melintang, membentang rintang–jalan bergantian mengisi detik yang mematik. Namun, mata anak-anak panah senantiasa kubidikan terarah, terasah disetiap desah nafas yang terhempas, menghisap lekuk kehidupan yang tertakhluk oleh kenyataan dipelataran dada, dan siap meluap jadi bait-bait senderhana mengalir diantara syairnya, membentuk diri jadi sebuah puisi walau tak jadi.

Mungkin, harus kuseka gelap malam ini dan menidurkan resah diantara fajar yang mekar. Walau degup jantung tak berhenti, biarlah berdenyut sebagai pertanda; masih ada kehidupan disini, di tempat ini, tempat bersekutunya arang dan parang dalam persenggamaan, dunia tak berjarak, tanpa sekat bergerak menelusup dimensi jiwa–yang mungkin suatu kali nanti tersesat dan berkhianat.

Ambarawa, 01 : 32 – 22 April 2013

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 22 April 2013 in Prosa

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 responses to “RENUNG REMBULAN TERTUTUP AWAN

  1. mydandelionsave

    16 Juni 2013 at 00:59

    Puisinxa bagus
    slm kenal…:-)

     
    • SanG BaYAnG

      16 Juni 2013 at 03:16

      Terimakasih atas aaapresiasinya mas.
      Salam Kenal dan salam santun selalu.. :D

       
  2. ChokoO

    6 Mei 2013 at 20:38

    berat banget bahasanya… :)

     
    • SanG BaYAnG

      7 Mei 2013 at 02:24

      Hehehe.., tak ada yang berat segala curahan kata bila kita telah terbiasa. Begitupun makna, tentulah akan menemukan dirinya dalam setiap kata.

      Terimakasih atas apresiasinya Mbak ChokoO..
      Salam santun dan takzimku selalu.. :)

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 549 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: