RSS

Balada Piring Surgawi

28 Agu

Sebelah mataku menangis belum keringkan air mata,mengenang nasib tragis sebuah negri.
Terbelalak mata kananku saksikan keangkuhan di antara luka menganga.
Belum sembuh dalamnya luka lama yang tercabik cakar malaikat-malaikat nyata.
Kembali..,ku tersayat pedang pengantin yang tajam menghujam di antara keangkuhan dan kesombongan.
Menyusup hiruk pikuk menghantam pelaminan,mengoyak bantalan singgasana sang raja.
Menyebar maut bah malaikat,sudutkan jiwa merana menabur duka pada tiap senyawa.
Mencipta metode dan rumus-rumus kiamat baru.
Hancurkan tubuh-tubuh utuh,berserakan seperti tai dengan birahi membunuh tak sanggup terkuasai.

Anakmu menangis..,istrimu mengandung bingung mencari tempat berlindung.
Kakekmu murung berkerudung sarung saksikan negri berselimut mendung.
Tetanggamu bergembira melihat muka bangsamu tercoreng tepat di mata dunia.
Di caci berbagai negri tertusuk duri nanas dalam perut sendiri.
Pada hari naas di bulan yang naas,kau pukul genderang dengan palu,meniup terompet manis menabuh mulut.
Gemuruhkan tangis riuh di bunuh sadis oleh tangan-tangan jahil dan lancang,mati akibat perang di dalam kandang.
Di tahun yang buruk nasib sebuah negri terpuruk,seiring dengan nasib gedung megah yang ambruk.
Pilu nasib bangsa tak hiraukanmu,duka umat manusia tak membuat iba.
Jalanmu api merahkan muka gelap mata,berpijak di bumi membunuhi sejuta nyawa mengaharap surga.
Menghitung berapa jumplah tengkorak kepala yang terkumpul,menentukan langkah mudah,susah memenjarakan jiwa manusia dalam resah.

Lihat orang tua yang bercengkrama dengan rasa was-was,ketika tentara pergi dari tangsi untuk menodai negri.
Lihat kecemasan yang akrab menyapa,ketika tentara tanpa pangkat yang bangsat berkhianat.
Ribut dan gugupkan jantung yang berdegup,pecahkan bibir dengan jerit yang hilang di ujung gang.
Bangkai-bangakai terbengkalai usang di antara puing yang malang.
Tergeletak di antara bagian yang hilang.
Kau sunting putus asa janin yang terbuang,kemudian mendidik jadi pejuang.
Manis muka kapur sirih berbisik lirih,rayu sajikan bayi di piring surgawi.
Dengan semangkuk getah enau yang gatalkan dunia.
Berharap nikmat akhirat di antara laknat dan berjuta hujat.
Jangan menghitung berat timbangan dan panjang besarnya ukuran,bila tak cukup kuat menahan nikmat.
Jangan setubuhi wanita untuk sekedar mencatat lebar dan besar buah dada,kemudian menempeli kartu di kiri sebagai tanda jahat atau sekedar terlibat.
Sebab..perjuangan mulia tidak pernah di hujat dan di laknat ataupun di bilang bangsat..!!!

 
56 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Agustus 2009 in Politik, Religi, Sajak, Selayang Pandang, Sosial, Syair

 

Tag: , ,

56 responses to “Balada Piring Surgawi

  1. Janda Gila

    28 November 2010 at 01:39

    Assalamualaikum,pak bayang hehehehehehe lanturan sebelum tidur,ketika jari menari untuk mewakili hati dimalam yang sunyi,sampek piring wajan dan semua peralatn dapurpun jadi korban,heheheheheh

     
    • SanG BaYAnG

      28 November 2010 at 03:30

      Emange tak kletak-kletak..wkxkxkx…

       
  2. Dawam Multazam

    13 Oktober 2009 at 22:36

    dan ketika dia telah merasa menyentuhkan tangannya di buah dada sang dewi surga, maka dia memantapkan langkahnya kakinya untuk membunuh sang kafir!

     
    • SanG BaYAnG

      27 November 2010 at 21:56

      Ribuan nyawa ternoda..,ribuan jiwa terkoyak..ketika satu persatu tubuh bayi jadi korban tragedi..

      Sampean peka lan pinter men kang..😀

       
  3. Khoirul Huda

    26 September 2009 at 11:51

    22.

    kalo mampir k sini dah konsekuen tuk konsentrasi penuh dari awal, tapi kok juga mesti d baca berkali kali baru mudeng,… gini nih kalo sastra garapan seniman profesional,… oia met idul fitri mohon maaf lahir dan batin

     
    • SanG BaYAnG

      1 Oktober 2009 at 04:05

      Sama..sama..mas..

      Ya tetap seperti biasa mas..,beginilah adanya..🙂

       
  4. Khoirul Huda

    26 September 2009 at 11:51

    kalo mampir k sini dah konsekuen tuk konsentrasi penuh dari awal, tapi kok juga mesti d baca berkali kali baru mudeng,… gini nih kalo sastra garapan seniman profesional,… oia met idul fitri mohon maaf lahir dan batin

     
  5. BestFast

    21 September 2009 at 03:22

    Inggih ketawisipun kok cocol ta sang

    Lan kula Ngaturaken Sugeng idul fitri, nyuwun pangapunten sedaya kalepatan kula lan kanca-2, mugi andandosna persederekan ingkang langkung ma’ruf ngoten sang.

     
    • SanG BaYAnG

      1 Oktober 2009 at 03:59

      Sama..sama..pak..
      Semoga tali silaturakhmi ini tetap terjaga di alam maya dan nyata..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: