RSS

Dewan Bayangan Maya

30 Sep

Sepi malamku dalam kerumunan setan-setan biadab yang mungkin lebih beradab,jika di bandingkan dengan kelakuan konglomerat lokal berdasi dan berjas mewah jatah dari pemerintah.
Ngantuku membelenggu alam pikiran bawah sadar,menorehkan coretan di dinding-dinding malam dalam dekapan tangan kabut maya yang terlena,tak tersentuh tangan-tangan pendekar bangsa yang terpilih sebagai wakil jutaan umat manusia.
Di negri bayangan semua tak mudah hilang,walau tercampakan jadi tempat berpijak pengaku bijak,di tendang melayang tak kan lepas dari pandangan.
Sudut pandangku layu,ketika tanah retak tak mampu berontak,semut hitampun di geroti rayap pemakan kayu,membuatnya harus menangis untuk mengemis atau terpaksa harus menjadi semut merah karna telah bosan di perah.

Di sekitar alas ketonggo jiwaku tertanam,menyemai bibit pedasnya cabai rawit tumbuhkan biji nurani tak terbeli.
Dengan siraman kata tanpa makna ku coba menyapa,tertuang di antara duka yang selalu di hantam kayuh pedal penguasa sopir di atas sana.

Nikmat rasanya duduk di kursi empuk ketika rapat mata mengantuk,sambil saksikan duta-duta buncit mengernyit saat tak kebagian duit.
Kekar tubuh biang onar dan nama besar,gemparkan media yang tak pernah mau belajar.
Mengertilah.. untuk apa mereka di sini..???

Ramai genderang negri bayangan memercik semangat,menggema di sudut-sudut semesta,riuh kibarkan panji penahbisan diri seperti kurcaci yang ingin di akui,di puji bah selebriti kemudian sibukan diri hingga mabuk dengan harapan sebuah nama besar cepat terbentuk.

Tiba-tiba sidang dewan bayangan sepi pengunjung,kantor kosong melompong,sebab tak ada anggaran isi kantong yang pantas di incar garong.
Bakti berjanji..sumpahmu berlalu,di atas meja kepala bersandar,sekedar foya-foya atas nama alam maya.
Kumpul dewan bayangan bukan sekedar gurauan atau sekedar trotoar tempat mangkal penahbis selebriti masa kini.

Maka..,aksimu di tunggu bersama waktu,semoga adamu lebih berarti bagi negri ini.
Dan.. bukan sekedar ngopi di daratan tak bertuan.

*ambarawa,september 2009*

 
39 Komentar

Ditulis oleh pada 30 September 2009 in Politik, Sajak, Syair

 

Tag: ,

39 responses to “Dewan Bayangan Maya

  1. Dawam Multazam

    13 Oktober 2009 at 22:47

    meski aku tak memilih kalian
    karna aku memilih yang lain

    meski aku tak kenal kalian
    kalian pasti kenal aku

    meski kadang kalian tak peduli padaku
    aku tetap peduli pada kalian
    untuk menghujat keburukanmu
    memuji kebaikanmu

    as

    uh
    :mrgreen:

     
  2. Aribicara

    8 Oktober 2009 at 05:32

    Masih rapat terus tuh dewan bayangan maya_nya ?πŸ˜€

    Salam UpdateπŸ˜€ ckckck …

     
    • SanG BaYAnG

      10 Oktober 2009 at 19:21

      iya neh mas..,maseh pada sibuk..setelah pelantikan..πŸ˜€

       
  3. idana

    7 Oktober 2009 at 18:47

    Dewan bayangan maya…ijinkan aku menikmati kursi empukmu dalam mayaπŸ˜€

     
    • SanG BaYAnG

      7 Oktober 2009 at 19:08

      walah..,ene maunya malah yang empuk-empuk aja..ckkxkxkx..πŸ˜€

       
  4. kacang

    7 Oktober 2009 at 18:32

    negoro preman,

     
    • SanG BaYAnG

      7 Oktober 2009 at 18:55

      Sing preman dudu negarane tapi dewane..Om..

       
  5. ndru

    7 Oktober 2009 at 12:25

    mbuh ra mudeng

     
  6. diadan

    5 Oktober 2009 at 01:48

    ‘ Nikmat rasanya duduk di kursi empuk ketika rapat mata mengantuk ‘
    jadi apa yg di lakukan dewen dewan di sana

    “salam kenal dari blogger kalsel”

     
    • SanG BaYAnG

      5 Oktober 2009 at 17:45

      Hehe..hehehe..,mungkin lg asik tidur sambil mendengkur mbak..:)

       
  7. mursid

    5 Oktober 2009 at 01:31

    aku bingung, bahasane duwur je…

     
  8. Wongndeso

    4 Oktober 2009 at 00:49

    Semoga dewan bayangan maya juga menikmati fasilitas kursi empuk dan mobil mewah juga

     

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: