RSS

Tabiat Dewa Masa Kini

10 Okt

Bumi berguncang bencana sering datang,di antara runtuhnya bangunan-bangunan dan longsoran,kosong pandangan mata menerawang,jasad-jasad bergelimpangan mengisi kantong-kantong yang hampir pecahkan rekor derita dunia.
Betapa sedikit sekali air mata yang berarti di muka bumi ini,hingga tangisan-tangisan di negri ini hanya menjadi sebuah derai di tengah bencana yang membadai.

Lapuk sudah mental pengabdi bumi di hantam ribuan bencana yang mendera,seiring lapuknya moral dewa-dewa negri bayangan yang telah bobrok,seperti borok-borok yang di gerogoti belatung dan kuman dari dalam tubuh negri ini sendiri.
Kudis dan kuraptor para dewa merajalela,di langit sengaja berpesta di atas derita rakyat yang sekarat,dengan buta mengeruk dana menghambur uang menyunting keringat rakyat agar makin sekarat.
Sementara di sini..,di lapisan bumi paling dasar,banyak rakyat yang selalu haus dan lapar,haus akan perhatian dari para pemimpin,lapar akan uluran tangan dewa agar meluangkan sedikit perhatian dari mata juling pada kemelaratan yang tercampakan.

Wahai dewa-dewa langit yang tuli akan jerit..!!!
Sampai kapan kau bisa berubah seperti Brahma atau Wisnu yang mencipta dan memelihara,memberi kedamaian pada tiap insan,bukan seperti Sang Shywa si perusak.
Lantang kau teriak..,namun dengan sengaja kentut di depan jutaan mulut,hingga hidung sejuta makluk mengendus busuknya bau tubuh yang keluar dari bangkai matinya rasa malu.
Kemakmuran datang dari langit seperti hujan turun ke bumi,dewi sri memberi pangan namun tak pernah kau tawarkan,karena..,jatah kami telah habis kau telan,untuk sekedar membeli pakaian dan tunjangan nikmatnya ganti rugi sebuah pengorbanan harta dan tenaga untuk memangku jabatan.

Pilu hatimu mengharap balas jasa,sumpahmu kabur bersama waktu di kejar pemulihan biaya pra jabatan yang telah menghambur.
Tangis lapar menghampar bagimu hambar,keluhan bagai celotehan tak pernah berarti karena kau tak pernah mengerti bahkan tak pernah mau mengerti.
Di mana baktimu di antara girang tawa kemenangan waktu pemilihan,janji mengelabuhi palsu seperti gonggongan anjing di masa lalu,bau basi seperti tai sengaja kau jilati di tengah ingatan masa yang tak tuli.

Lewat sudah katamu..,apalagi kataku..
Buta matamu..memangku jabatan demi menyandang gelar sebagai dewa di negri bayangan,kau harus rela menjadi tuli hingga kau tak pernah mengerti apa yang telah di derita oleh berjuta rakyat negri ini.
Apa yang kau lihat ketika derita menyapa sebuah bangsa..,apa yang kau dengar ketika jeritan tak pernah mendapat iba dan belas kasihan..???
Kenapa mulut-mulut rakus selalu menganga lebar ketika anjing-anjing langit kencing,kenapa perut selalu menengadah ketika wong cilik mendapat jatah yang tak pernah terarah.
Bau nafasmu tak palsu seperti kelakuan yang tak bisa di palsu,buruknya tabiat sengaja berlaku bangsat di antara nasib rakyat yang sekarat.
Hingga tak ada kata lain yang pantas terlempar padamu selain kata hujat..bangsat..dan..bangsat..!!!!!!

 
36 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Oktober 2009 in Politik, Selayang Pandang

 

Tag: ,

36 responses to “Tabiat Dewa Masa Kini

  1. Nisa

    18 Oktober 2009 at 08:11

    ayo, nggarap sawah!πŸ˜€

     
    • SanG BaYAnG

      22 Oktober 2009 at 23:28

      Emoh..ah..
      Awakmu mung kecehan wae nu kq..πŸ˜›

       
  2. mase mungil

    16 Oktober 2009 at 22:05

    salam kenal…
    wahh benar…Gempa mengguncang lagi…

    Ujung kuLon..setelah kmrn Papua…. Lebih dasyat lagi Padang…JawaBarat..Jogja…
    wahhh baru 2minggu gempa besar sdh terjadi 3 kali…sungguh sungguh semoga bukan laknat…semoga sekedar ujian agar kita menjadi manusia yang lebih baik
    amien

     
  3. mrpall

    16 Oktober 2009 at 15:36

    duhhhh….gitu yah….hmmmmmm

     
  4. zulhaq

    15 Oktober 2009 at 13:01

    semoga apa yang di harapkan guna terwujudnya negeri yang damai dan sejahtera, segera menjadi nyata. dan mudah2an akan ada pemimpin yang mampu memimpin atas tanggung jawabnyas terhadap sang pemilik Langit dan Bumi

     
    • SanG BaYAnG

      22 Oktober 2009 at 23:24

      Amiin mas..
      Dan semoga langit bumi bisa lebih bersahabat pada isinya..

       
  5. Aribicara

    15 Oktober 2009 at 09:28

    Blm update lg ya?πŸ™‚

     
  6. julie

    15 Oktober 2009 at 09:24

    jangan marah-marah ahhh
    ntar dia tambah marahπŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      22 Oktober 2009 at 23:21

      Namax jua esomi lg nulis mbak..πŸ™‚

       
  7. Dawam Multazam

    13 Oktober 2009 at 22:52

    maka ketika bumi dibalik langit diturunkan, menangislah seluruh anak adam. kecuali mereka yang menitipkan tangisnya pada orang-orang penderita.

    tiada yang lain selain Endonesa….

     
  8. indra1082

    13 Oktober 2009 at 07:58

    Hadapi bencana dengan tawakkal..dan berserah kepada-Nya
    Allah SWT maha Kuasa…πŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      22 Oktober 2009 at 23:18

      Iya mas..,marilah kita hadapi bencana moral skalipun dengan tawakal..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: