RSS

Si Sopan

27 Nov

Dengan tiarap sopan ku jaga sebuah warisan
Ku tidurkan di tengah malam yang lapar namun santunku terjaga
Tampang kusut jalan semrawut
Sambil menjaga lapar,ngantuk dan gatal agar kembali normal
Menggaruk di samping jajaran pagar
Sambil menjaga sopan yang mulai pudar.

Sopan santun sahabat negriku
Letih mata memandang mulut berbusa yang mengembik
Seolah telinga dunia kekurangan bunyi
Nafas-nafas bau lembab dan lamban kekurangan pelicin
Menguap rakus seperti mulut kakus
Dengan hidung yang selalu rajin mengendus bau penuh ingus.

Sopanku bangkit santunku menunduk
Sedih membaringkan tangis
Meratapi siswa SD tak punya dokter penyakit kronis yang menggerogoti
Yang senantiasa..berkembang biak di ketiak
Makhluk-makhluk kecil kerdil,miskin sopan dan santun
Hilanglah sebuah etika di telan embun
Menguap di dalam gelap
Dan..
Si sopan kini menjadi gelap dan tabu.

*Sepenggal Kata Yang Hilang*
(Ngawi,November 2009)

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada 27 November 2009 in Sajak, Selayang Pandang, Syair

 

Tag: ,

26 responses to “Si Sopan

  1. kang sastro

    10 Desember 2009 at 15:54

    Mimpiku : wahai malam siapa mengapa kau kuasai sunyi hingga sang bayang tiarap sopan.
    Doaku : Semoga gelap dan tabu segera berlalu

     
    • SanG BaYAnG

      10 Desember 2009 at 23:40

      Semoga mentari terbit di pagi hari membawa kabar baik dan mampu mengusir rasa sunyi dari mimpi si sopan yuh Pak..🙂

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: