RSS

Tiada Tangis Pantas Untuk Bajingan

27 Feb

Dinginya bukit menyeruak jerit
sementara langit mengandung sinar
cahaya-cahaya pecah di jalaga seperti obor di tengah lautan
lusuh dan samar laksana serpihan mawar di atas tanah kuburan
tiada tangis pantas ketika gagak merah melintas
sebab bukit-bukit telah bosan menjerit

gunung-gunung seperti susu lonte di jamah angin genit
bajingan-bajingan dan tukang sulap bertebaran di negeri ini
ketika kabut dan mendung datang dari tiap penjuru
banyak orang membalut muka dengan corengan arang
di antara berat embel-embel pundak dan dada
bersetubuh dengan tangisan alas kaki atau gedibal

tiba-tiba kebun binatang jadi gosip
saat obat bius tak lagi bereaksi
harimaupun berkawan dengan babi
sementara tikus asik mengendus air kencing dan tai
apa hasilnya
bencana melanda mereka perlu roti bergizi

bajingan di berondong tanya tak mempan
sebab ia lebih pintar dari pena
namun pencopet dengan mudah di borgol dengan karet
mungkin sekarang bandit esok jadi kurir milioner
mohon jangan teruskan bila yang kemarin hanya kerbau
biarkan ku cintai kursi
agar gagak tetap bertengger dengan tegang
entah berapa lama tegak menantang sang waktu

ah..,rupanya setan belum mati
membuat jaman semakin runyam
melintas bebas tiap keinginan
seperti kisah setan menggoda adam

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 27 Februari 2010 in Prosa, Sajak, Sosial, Syair

 

14 responses to “Tiada Tangis Pantas Untuk Bajingan

  1. arif

    10 September 2010 at 10:08

    maksute apa?

     
    • SanG BaYAnG

      11 Oktober 2010 at 19:24

      Mungkin saja tentang ketimpangan sistem hukum yang berpihak bukan pada sebuah kebenaran..πŸ˜€

       
  2. mrpall

    13 Agustus 2010 at 06:30

    hmmmm apik postingane…..

     
  3. vicky

    21 April 2010 at 08:48

    bajingan juga manusia…..

     
    • SanG BaYAnG

      11 Oktober 2010 at 19:16

      Manusia kadang jua bajingan..πŸ˜€

       
  4. arifudin

    30 Maret 2010 at 13:04

    emm.. setang diciptakan Tuhan untuk mengganggu manusiaπŸ˜‰

     
    • SanG BaYAnG

      11 Oktober 2010 at 19:15

      Benar jua mas..,semoga kita semua senantiasa di lindungi dari godaan setan.. Amiin..

       
  5. riFFrizz

    28 Februari 2010 at 07:50

    hay para setan, kenapa kau belum mati juga !!!

     
    • SanG BaYAnG

      11 Oktober 2010 at 19:13

      mungkin karena mereka di takdirkan untuk ada hingga hari kiamat..πŸ˜€

       
  6. Kang Sastro

    27 Februari 2010 at 21:27

    Jerit itu sembari mengumpat dalam gigilan. Di antara karang di antara ombak hidup ini kadang menggigil. meski jeritan lantang menopang gununng hingga tumbang, setan tetap bersorak ngakak di ujung jalan. Siapa kata setan berlari selepas revolusi. sedang ia bertengger di tahta anak-anak adam.

     
    • SanG BaYAnG

      11 Oktober 2010 at 19:10

      Dan menguasai jiwa-jiwa yang dapat di perdaya..πŸ˜€

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: