RSS

Cerita Tentang Manusia

11 Okt

Malam dingin pulas terbaring
menyunting mawar di peraduan
bulan redup mengintip celah-celah retak
dalam beratnya hembusan nafas-nafas gulita
aku tak tahu
di mana posisiku waktu itu
kala desiran darah mengiringi degup jantung
aku lupa
dan sunyi makin lengkap menyekap
dari kolong jembatan
cerita tentang manusia di perdengarkan
mencuat sayup
terlentang di atas dipan
terbaring lesu di masa lalu
kisah-kisah lamban mengalun
tentang akal budi pekerti
tentang manusia-manusia
yang dengan sombong berkata
bahwa..
akulah manusia
dari adam melewati masa
dari segumpal darah hingga bernyawa
sampai suatu saat nanti
kami mengenangmu
di antara cerita-cerita
yang tersurat di dalam ayat-ayat
baik betina ataupun jantan
baik budiman ataupun bajingan
semua di kemas dalam kamus sebuah cerita.

Mungkin bisa saja diriku mulur bersama waktu
untuk menoreh coreng-moreng
catatan panjang sebuah perjalanan
tentang manusia-manusia
tentang tangan dan sebilah pedang
tentang tanah dan darah
yang senantiasa bergelimang
tentang pembunuhan-pembunuhan
tentang perkosaan-perkosaan
pembunuhan lagi
perkosaan lagi
lagi..,lagi.. dan lagi

rupanya..
ketidak adilan menimpa
kekejaman tak segan menyapa
pembunuhan bah produk janda
janda-janda membuat birahi buta
dengan masal luluhkan akal
tak khayal
lahirlah bocah-bocah petaka
munculkan generasi-generasi cabul
mencolok mata dari buhul-buhul
yah..,generasi cabul
cabul secabul-cabulnya pencabul
yang tertulis dalam kitab-kitab pencabulan
atau cerita-cerita murahan

rundungku perlahan lelah menyeret ruang kosong
tangisanku sepi
mendengar jerit-jerit terhimpit
ketika angkara menguasai jiwa
dan alam enggan bersahabat
dengan dukanya bencana-bencana menyapa
membuatku terasing
tersisih dari kehidupan sebenarnya
bukan aku menuding alam
bukan berucap salah perhatian bangsaku manusia
untuk menjadi kambing hitam
atau kambing beneran
yang senantiasa mengembik enggan berkutik

beranjak dari manusia
hilanglah manusiaku manusiamu
ketika kami terbaring di ranjang hamparan rumput lapangan
ketika tenda-tenda tak sanggup menampung tangis anak
haruskah kami membual
dengan kebahagiaan-kebahagian gombal
agar air mata lebih berarti
dan cerita kami di kenang sepanjang masa
sebagai balada kisah nyata
terpaksa aku menyerah
dan nasibku lembek
layu bersama waktu
tertukar dengan bintang-bintang di persimpangan masa depan
menjadi sebuah kisah tentang warna-warna cerita
hingga diriku sirna

*Sepenggal Nurani Yang Hilang*
(Solo,11 Oktober 2010)

 
29 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Oktober 2010 in Budaya, Sajak, Sosial, Syair

 

29 responses to “Cerita Tentang Manusia

  1. Sang Bayang

    2 Februari 2011 at 12:01

    Benar sekali Pak..,semoga masih ada rasa manusiawi di antara kita manusia-manusia..
    Salam..😀

     
  2. Kangsastro

    2 Februari 2011 at 10:43

    kita cari saja manusiaku manusiamu. siapa tahu masih bisa manusiawi. xixixixi

     
  3. yudhie

    10 November 2010 at 06:44

    emmmp bagus bagus

     
    • Sang Bayang

      2 Februari 2011 at 11:57

      Terimakasih banyak mas..🙂

       
  4. Asuransi Syariah

    20 Oktober 2010 at 13:43

    Cerita tentang manusia tak pernah berhenti…..

     
    • Sang Bayang

      2 Februari 2011 at 11:56

      Begitulah kiranya cerita tentang manusia..mbak..😀

       
  5. quinie

    16 Oktober 2010 at 08:15

    ini ceritanya lagi curhat ya?

     
    • andipeace

      16 Oktober 2010 at 20:44

      sepertinya demikian mbak😀

      pissss

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: