RSS

Senandung Wonolelo

02 Des

Senandung wonolelo mengalun lirih
bergabung dengan ribuan rintih
gerimis turun basah meretih
dan tanah enggan bergeming
dari tempat semula,dan tetap seperti kemarin
becek bercampur lumpur
di antara kayu-kayu bergulingan
dan sekumpulan bambu yang tunduk meratap
tatkala trauma mengekang jiwa
dan cemas mengusik langkah.

Amuk merapi..,masih jelas sisakan tangis
di sepanjang jalanya..,puing-puing berserakan
di hias setumpuk gunungan abu.
Senandung duka tertera
bersanding murung di dinding pagar keteb
ketika bocah-bocah lesu menjemput iba
tersaji tepat menampar bola mata
di sepanjang jalan Wonolelo-Selo.

Mungkin..
kenyataan itu terlalu pahit,menyapa tangan-tangan mungil
namun apa daya,ketika telapak-telapak gulita terpaksa menengadah
bersama nasib yang gelap
tentu bukan kau harap
ketika celotehmu di telan keangkuhan
bersama runtuhnya keluh-kesah paska bencana.

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Desember 2010 in Sajak, Selayang Pandang, Sosial, Syair

 

Tag: , , ,

10 responses to “Senandung Wonolelo

  1. Kang Sastro

    28 Januari 2011 at 03:21

    Ck. ck. ck. bukan main. puisi yang kontemplatif dan menggelitik. salam kreatif…

     
    • SanG BaYAnG

      28 Januari 2011 at 04:55

      walah..,ini biasa saja kq Pak..,makasih bnyak..hehehe
      Salam Kreatif..😀

       
  2. mrpall

    27 Desember 2010 at 01:12

    sip….tulisane..

     
  3. dekatdihati

    23 Desember 2010 at 07:19

    menarik baju mas….

     
    • Sang Bayang

      29 Desember 2010 at 22:22

      Whkkxkx..,bajune sampean..xixix😀

       
  4. anang nurcahyo

    3 Desember 2010 at 01:44

    sangat menarik, makasih n terus berkarya..

     

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: