RSS

Tanah Ganjil Bumi Persil

13 Jan

Imajiku terdampar di atas tanah ganjil bumi persil ketika sekawanan burung prenjak mecoba usir buih lamunan di penghujung pagi yang sunyi,cericit di antara embun mengalun resah tersudut di atas pagar tembok dan kawat karena dahan-dahan tempat melompat tersingkir oleh pijakan pavin dan cor yang senantiasa mengeras di atas tanah pelataran.

Mendung masih menyelimuti dan matahari yang malas,seolah terbit seminggu sekali untuk memenuhi takdirnya ketika langit memuntahkan warna hitam keabuan di atas tanah ganjil bumi persil.
Di sinilah..,tubuhku bergaul dengan sekumpulan kabut-kabut dan air yang abadi membentuk suasana jalanan becek sebagai media transportasi rakyat jelata,yang pasrah,mengalah..,di kalahkan..,dan wajib kalah pada keputusan-keputusan sang pemimpin yang ngakunya bermulut budiman.
Entah..,budiman atau bajingan semua sama..,tiada beda tanah ganjil ataupun tanah persil toh pada akhirnya terkucil dari tuntutan hak tanpa harapan sebagai bagian dari negri yang gemah ripah tapi loh kating dleweran.

Sebentar lagi hari menjadi siang,mungkin matahari sanggup menghalau kabut dan sorak-sorai burung kembali bersahutan di dahanya masing-masing,mencipta kegaduhan baru bah pertemuan kapala desa dengan perangkat-perangkat beserta antek-anteknya yang sedang bersilat lidah.

Nanti sore bisa saja berubah atau tetap sperti kemarin,semua tergantung kepemimpinan tanah persil yang tidak bermental kerdil dan keputusan kepala desa yang kekal berotak bebal atau kadal-kadal cengoh yang bersembunyi di balik pengalihan-pengalihan sepihak.

Kini hanya melihat,dan itulah keputusan mutlak mataku ataupun matamu ketika mulut bosan berkata sebab sebentar lagi hari kan menjadi gelap dan kepasrahan bangsaku manusia tinggal menunggu gelap di antara bambu-bambu yang mesra bercumbu.

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2011 in Sajak, Syair

 

Tag:

26 responses to “Tanah Ganjil Bumi Persil

  1. gerhanacoklat

    17 Januari 2011 at 07:14

    sudah lama tak mampir di sini
    apa kabarnya brother?😀

     
  2. yeyesasa

    16 Januari 2011 at 16:09

    Ya rasa-rasanya memang semakin menyengsarakan bagi keberlangsungan hidup rakyat. Tetapi, semoga benak rakyat tetap dapat terkendali dengan jiwa yang jernih.
    Salam.

     
    • SanG BaYAnG

      16 Januari 2011 at 16:31

      Salam..
      Dan kalaupun ada pemikiran-pemikiran yang tidak terkendali,hanya sebatas kata di dalam tulisan yang tidak mengarah ke tindakan..

       
  3. budiarnaya

    16 Januari 2011 at 13:13

    Wao sebuah ungkapan hati yang mendalam dan penuh dengan kata-kata indah, saya suka sekali bacanya..siip

     
    • SanG BaYAnG

      16 Januari 2011 at 16:21

      Makasih banyak..atas kunjunganya..
      Salam..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: