RSS

Manusia Palsu

30 Jun

Manusia Palsu
Cermin : SanG BaYAnG

Menulis tentang Aku “SanG BaYAnG” rasanya hampir mirip dengan menulis tentang orang sinting. Coba bayangkan.., aku kenal dengan banyak orang, tapi tak kenal dengan diriku sendiri. Bukankah sifat ini sangat spesifik dengan apa yang dimiliki orang sinting. Kita sama-sama tahu, hanya orang gila yang sering mengoceh sendiri, mengoceh seolah ia malaikat, seolah ia dewa, Kyai, Pujangga dan entah siapa lagi yang sebangsa dan menguasai tempat-tempat keramat, rumah tua, pohon-pohon angker ataupun tanah-tanah kuburan.

Selain orang gila, aku juga orang yang multikompleks, artinya.., pikiranku selalu campur-aduk tak beraturan. Aku biasa mengobrol tentang banyak hal, bahkan sering menirukan segala omongan orang-orang dijalanan yang juga menjiplak dari buku-buku filsafat, entah filasafatnya Socrates, plato ataupun Aristoteles. Kadang aku juga meniru buku-buku sastra karangan lokal dan interlokal, tak lupa buku-buku cabul sekalipun, semua aku tiru, karena aku juga cuma manusia jiplakan. Meski cuma Sejuta dari satu buku yang bisa saya beli dari tempat loakan, aku juga biasa pinjam dari perpustakaan lokal dan TBM-TBM yang waktu pinjamnya tidak terbatas, juga tanpa denda ketika belum selesai di baca, sehingga aku tetap santai dan enjoy membaca, tanpa dihantui beban denda dan embel-embel batasan beserta tektek mbengetnya.

Aku dilahirkan pada tanggal 04 April dengan tahun yang masih kurahasiakan, agar orang menyangka aku masih sangat muda dan bujangan. Aku suka dengan watak zodiac aries, sebagai domba berbulu tebal dengan tanduk yang bengkok melengkung. Makanya aku suka mengkeritik, membuat orang geli dan merasa keri akibat di gelitik. Aku suka kata-kata setajam tanduk, dan suka pula pada hal-hal yang berbau cinta dengan kehangatanya dibalik bulu domba bilamana sudah menjadi jaket.
Aku lahir pada hari Kamis-Pon, jika di hitung berjumplah 15 (Kamis = 8 dan Pon = 7), yang menurut ilmu perhitungan angka ini bisa di bagi 3, sehingga dalam tiga hari sekali aku memiliki hokki yang luar biasa. Angka 15 juga bertepatan dengan bulan purnamasidi, mungkin itulah sebabnya mengapa aku, kadang juga sangat romantis laksana amor.

Sebagai bayi, aku dilahirkan bungkus tanpa kemerdekaan. Sehingga kemerdekaanku sejak lahir sudah terenggut, diselimuti nafsu jasmani dan rokhani. Makanya.., didalam hidup ini, aku harus berjuang untuk memperoleh kemerdekaanku kembali. Kemerdekaan yang sejati, serta membuang selimut plasenta nafsu kodratku. Ibarat domba yang ingin keluar dari kandang, aku ingin lepas menuju kemerdekaan yang sesungguhnya, kemerdekaan yang maha luas, dimana tidak ada batasan lembah dan gunung, dimana tidak ada batas aturan-aturan yang membosankan. Meski seratus persen bahkan lebih, kusadari dunia ini sepenuhnya, sangat berbeda sekali dengan di surga, yang konon katanya apa saja diperbolehkan.

Sejak kecil aku mengagumi jagad raya yang di gelar ini, dan melihat semuanya dengan ketakjuban tiada henti. Kalau boleh jujur, kadang aku juga bingung.., mengapa harus ada antithesis, mengapa harus ada panas, ada dingin, Siang dan malam, laki-laki dan perempuan, hidup dan mati, serta berbagai hal yang bertentangan namun saling bertautan satu sama lain tiada henti.

Mengapa dan apa maksutnya..???

Apa yang harus dicari dan apa yang harus kita ketemukan..???

Nalarku berpikir.., kemerdekaan sejati tidak mengandung hal-hal yang berlainan, apalagi bertentangan. Bukankah kemerdekaan sejati harus synthese yang merupakan sebuah perpaduan dari semua yang bertentangan. Rasanya tidak mungkin menemukan kemerdekaan sejati dibalik rongsokan akhlaku. Mungkinkah di balik awan-awan yang bergelanyutan seperti monyet itu kemerdekaan sejati bisa ditemukan. Jelasku.., Kemerdekaan tidak mungkin kita temukan selama kita masih hidup didunia ini.

Lantas bagaimana..???

Apa mati saja sekarang..???

Mungkin itu kalau gue udeh bener-bener gile..!!!

Namun.., sebagai manusia.., aku punya tips rahasia untuk menghibur diri, untuk menghadapi sisi baik dan jahatku, juga untuk menghadapi segala hal yang bertentangan. Aku menganggap semua itu hanyalah cobaan, agar semua embrio mandul dan tak bisa berkembang-biak di otak.

Satu rahasia lagi, sebenarnya aku ingin jadi penulis. Tapi sayang.., tak ada yang menggubris. Walau demikian, aku tetap menjejali otak dengan sajak-sajak, dengan prosa ataupun esay, juga cerpen-cerpen yang kadang membuat jiwaku berontak, sehingga membuatku harus terpaksa berbohong pada diri sendiri. Kuharap anda maklum jika aku berbohong, sebab ketika menulis, kadang aku juga bohong pada sekelompok khayalan imajiku. Sebagai manusia yang gagal, aku juga ingin hidup layak. Misalnya : Jadi ahli hukum, agar bisa bermain-main dan mempermainkan hukum. Itu lumrah, sebab semua kasus tak jadi masalah, no problem, lawong aku ini ahli. Atau jadi saja pakar ekonomi, agar mudah cari duit, untuk jaminan hari tua nanti. Menjadi dokter barangkali juga pilihan, agar penyakit darah tinggiku bisa terobati sendiri. Ah..,itu kurang enak, yang paling aku suka adalah.., menjadi kyai, pastor atau pendeta, yang tak perlu ijasah, yang tiap hari cuma duduk-duduk membaca buku dan kitab-kitab, dengan harapan mendapat nasehat dan pencerahan dari apa yang kubaca. Bagaimapun juga, aku juga butuh nasihat, sebab kata orang-orang diluar sana, kadang orang tua lebih nakal dari anak-anaknya.😛
Dengan begitu.., aku yakin hidup pasti akan lebih baik, lebih layak, ketimbang menjadi penyair yang wira-wiri tidak karuan jluntrunganya, dan tidak ada jaminan untuk mendapat kehidupan layak. Tapi semua itu hanyalah mimpi belaka.

Begitulah mimpiku, bahkan.., kalau boleh dibilang, aku adalah manusia pemimpi, tidak realistis, yang hidup di dunia mimpi dan dibayang-bayangi sesuatu yang serba impian.

Betapa tidak..!!!

Sebelumya, aku ingin bertanya.., apakah didunia ini ada manusia original, yang punya ide-idenya sendiri, bercita-cita tersendiri, berkata, bertingkah-laku berdasarkan dirinya sendiri..???

Kalaupun ada.., alangkah hebatnya orang itu. Sebab yang kudapati dari diriku manusia, hanyalah manusia yang meniru manusia sebelumnya, yang bertingkah-laku seperti manusia-manusia pendahulunya. Jadi jelaslah.., kalau aku ini sesungguhnya bukan manusia yang original, alias palsu. Aku layaknya bekisar atau kutut bangkok blasteran, dengan perkawinan saling-silang-menyilang, yang melewati waktu dengan kepalsuan. Sehingga yang ada padaku, semuanya menjadi palsu, imitasi dan fatamorgana belaka. Itulah aku “SanG BaYAnG”, yang juga palsu.

Sampai disini.., sebut saja aku orang yang palsu, sombong dan tidak sabaran, sebab jika sudah punya kemauan dan kehendak sulit di tolak. Agar keinginanku tercapai, gunung batupun akan kutubruk, tapi.., kadang aku juga takut babak belur, sebab aku bukan domba sungguhan, yang tanpa akal, asal menyeruduk. Disini.., Aku “SanG BaYAnG” juga minta maaf pada kawan-kawan sekalian, atas kesalahan, kekhilafan, kekasaran serta segala kekurangan-kekurangan. Karena aku sering tergesa-gesa, dalam mengambil sikap dan keputusan. Sehingga aku sering lupa batasan etika dan tatasusila. Karena aku hanyalah manusia palsu, sehingga apapun yang kau tahu tentang aku hanyalah palsu, bahkan.., semua yang menyangkut tantang diriku, adalah palsu. Karena aku beasal dari ketiadaan, yang menjadi ada, dan pada akhirnya tiada.

Itulah aku.., manusia palsu..!!!

Ambarawa, 30 Juni 2012
*Manusia Palsu*
(Dalam Bait : Kemanusiaan Manusia)

 
29 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Juni 2012 in Selayang Pandang, Syair

 

Tag:

29 responses to “Manusia Palsu

  1. Lita

    16 Oktober 2013 at 13:25

    (y)

     
  2. yisha

    11 September 2012 at 10:55

    berats bangetssss……….
    pening pening pening yisha pening……… 👿

     
    • SanG BaYAnG

      11 September 2012 at 15:49

      Ah.., jangan kau timbang lah..😀

       
  3. cumakatakata

    7 September 2012 at 14:30

    penggambaran satu diantara beribu2 macam anak adam….

     

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: