RSS

Notasi Sebuah Simponi

14 Jul

Notasi Sebuah Simponi.
Sajak : Sang Bayang

Pagi merogoh tulang
dingin mencengkram jasad
angin berbisik lembut
prenjak bernyanyi
memotong notasi sebuah simponi.
Mungkin.., masih kau ingat
sepenggal kata yang mengalun resah
bersama serpihan mimpi
merubah nada-nada diam
abadi membentuk sunyi
dan aku meringkuk
menukar masa lalu dan janji
dengan kabut detak penanda waktu
di batas sebuah musim
memeluk kekal muramu
agar kau mengerti
pelangi yang mencium lubuk kolamu
sambil menatap halaman
bersenandung kidung kalangwan
di permulaan musim ini.

Solo, 15-JUL-2012
*Notasi Sebuah Simponi*

 
22 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Juli 2012 in Sajak, Syair

 

Tag:

22 responses to “Notasi Sebuah Simponi

  1. noah

    20 Juli 2012 at 03:23

    puisi yang bagus,,,,

    selmat hari jum’at…

     
    • SanG BaYAnG

      20 Juli 2012 at 18:56

      Terimakasih mas..
      Selamat jua untukmu kawan..πŸ˜€

       
  2. Coretan Hidup

    20 Juli 2012 at 00:23

    Indahnya. Karena Notasi itu akan selalu hadir dalam ingatan dalam sebuah simfoni

     
    • SanG BaYAnG

      20 Juli 2012 at 18:27

      Semoga ini akan tetap indah meski abadi didalam sunyi.
      Salam..πŸ˜‰

       
  3. Jidat

    19 Juli 2012 at 03:07

    sajak seorang kawakan… enak di waca, masih seperti dulu.

     
  4. Sawali Tuhusetya

    16 Juli 2012 at 18:31

    notasi sebuah simponi, kok dibuat di solo, mas? memang kini tinggal di solo atau kebetulan seang acara di sana. diksi sang bayang memang tertata apik, meski aku yakin lirik ini mengalir begitu saja.

     
    • SanG BaYAnG

      16 Juli 2012 at 21:52

      Kebetulan sedang ada di Solo (RBI-markasnya Blogger Bengawan) bersama Rifky Rizky, Jidat dan para blogger muda berbakat lainya dalam rangkaian Blogilicious roadblog 2012.
      Cuma seperti inilah yang bisa saya tuliskan, sekedar selingan untuk mengisi waktu malam.
      Terimakasih Pak..πŸ˜€

       
  5. Wong cilik

    16 Juli 2012 at 16:50

    Salam hangat …

     
  6. Hairullah

    16 Juli 2012 at 10:24

    sang badai pum menjadi angin lewat kala membaca puisi anda, salam kenal mas

     
    • SanG BaYAnG

      16 Juli 2012 at 21:41

      Salam kenal juga mas Hairullah.., semoga badai itu kan menghantar butir-butir persahabatan yang semakin indah..
      Salam..

       
  7. kakaakin

    16 Juli 2012 at 05:24

    Semoga terus berkarya ya…
    Saya nyerah deh kalo soal puisiπŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      16 Juli 2012 at 21:39

      Terimakasih atas dukungan semangatnya Kak..

       
  8. Riffrizz

    15 Juli 2012 at 15:53

    Pantesan gak turu-turuπŸ˜€ ternyata lagi berkarya

     
    • SanG BaYAnGng

      15 Juli 2012 at 22:42

      Laiya.., sewengi gak turu awane neng graha ngantuk, nganti keturon karo lungguh ditinggal bocah-bocah..:mrgreen:

       
      • zasseka

        16 Juli 2012 at 18:06

        untung ga di kerjaniπŸ˜›

         
        • SanG BaYAnG

          16 Juli 2012 at 21:37

          Laitu untungnya.., tapi tak apalah wong emang ngantuk n capek..πŸ˜†

           
  9. uyayan

    15 Juli 2012 at 04:19

    keren…….tetap semangat gan…

     

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: