RSS

Sajak Latah Di Ambang Kematian

19 Sep

Sajak Latah Di Ambang Kematian
Puisi Prosa : Sang Bayang

Sejak peradaban manusia dimulai, unggul telah menjadi sebuah cita. Berharap menjadi jelmaan lampulampu, mampu menerangi bangsanya sendiri. Mekar diladang gersang tanpa disiram. Berkembang wangi sembulkan nama bukan lantaran perkasa atau setampan super man.

Keagungan bukan kebohongan ruwet yang memasung pikiran dalam kabut kabut kekalutan. Kebijaksanaan tak pernah lebey dengan limaunya, tak pula takjub saksikan keajaiban. Sebab ia tak kenal takut dan tak heran menghadapi hidup yang kadang begitu latah.

Kalau boleh mengupas dengan bebas pastilah jujur kataku sehati. Ketika pangkal jiwa terlempar untuk apa berpikir sejuta alasan. Tak lain hanyalah menabur benih stress dan galau. Kalaupun aku tidak mampu biarlah kukatakan kala semua janji tak tertepati.

Disini, ijinkan aku terbang sebentar. Untuk kepakan sayap menjelajah khayalan hidup yang mutlak. Agar mampu mengeja jarak yang bukan sekedar mainan, atau bersandiwara denga pribadi kembar. Hingga aku tak mampu bersengama dengan lagak pura-pura. Ketika membuang topeng tanpa tedeng aling-aling.

Disisa perjalanan ini, ingin kutapaki kolong-kolong langit menurut waktu dan tempat. Berjalan tanpa mahkota melalui kodrat lelakon yang bicara seperlunya. Bolehkan aku menjadi penguasa pikiran sehat, mengalir bersih dan sederhana. Namun menyegarkan bagi diriku, manusia.

Ambarawa, September 2012

 
 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

22 responses to “Sajak Latah Di Ambang Kematian

  1. Katrina

    30 September 2012 at 23:11

    gaya penulisan yang sangat hebat…syabas!

    *cuba menyelami maksud..akhh sepertinya mengerti tapi tak faham..hehehe

     
    • SanG BaYAnG

      1 Oktober 2012 at 02:07

      Ah.., ini sekedar coretan untuk mengisi waktu luang saja mbak.
      Semoga saja bisa dimengerti..πŸ˜€

       
  2. mechtadeera

    19 September 2012 at 20:28

    Oo..begini to yg namanya Puisi Prosa itu… tetap harus ada kesatuan tema dari tiap2 bait (?) nya bukan?
    Jadi pengen nyoba buat juga ah…

     
    • SanG BaYAnG

      20 September 2012 at 01:44

      Kepengenya sih begitu mbak.., tapi bukankah didalam blog itu tergantung yang posting. Mau diberi nama apa aja terserah deh..πŸ˜€

       
  3. violetcactus

    19 September 2012 at 18:42

    aku enggak ngerti maksude Mas..

     
  4. kangyaannn

    19 September 2012 at 17:29

    sullit saya menagkap pesan dari tulisan tingkat tinggi ini…
    coba menebak, jadi intinya hidup dalam kesederhaan.. koreksi juka salah..

     
    • SanG BaYAnG

      20 September 2012 at 01:42

      Hehehe.., kesederhanaan yang menyangkut banyak ya Kang..???πŸ™‚

      Terimakasih sekali Kang..πŸ˜€

       
  5. mintarsih28

    19 September 2012 at 12:28

    paling enak kalau kita berpikir sedrhana. jika salah akui saja salah tak perlu pencitraan diri, apalagi berbohong dg serubi alasan. hal ini memberatkan akal dan hati sendiri. ya mulailah memimpin diri sendiri dg akal sehat inilah yang menuntun kita pada kehakikian ketinggian peradaban manusia yang menjadi cita cita sejak ai tercipta.

     
    • SanG BaYAnG

      20 September 2012 at 01:41

      Yups.., begitulah kurang lebih lebihnya Bu..πŸ™‚

      Wah.., rupanya Bu Min seorang pembaca yang hebat yah..πŸ˜€

       
  6. annosmile

    19 September 2012 at 09:00

    doh angel dicerna

     
    • SanG BaYAnG

      20 September 2012 at 01:37

      Sing penting ora di angel-angel lak beres toπŸ˜€

       
  7. Ely Meyer

    19 September 2012 at 03:20

    tulisan tingkat tinggi

     
    • SanG BaYAnG

      19 September 2012 at 03:22

      Wah.., setinggi apa mbak..???😦

       
      • zasseka

        19 September 2012 at 04:24

        setinggi khayalanmu mas…πŸ˜€

         
        • SanG BaYAnG

          19 September 2012 at 04:30

          Oh.., tak setinggi kepakan selembar sayap diawan kala lepas melambung tingginya bukan untuk disanjung.:mrgreen:

           
          • zasseka

            19 September 2012 at 04:32

            hahahah..
            ya semoga bisa setinggi itu lah…
            aku yo pengen…πŸ˜€

             
            • SanG BaYAnG

              19 September 2012 at 04:37

              Pengen apa mas..???
              Yahmene wis jarang warung buka kih..:mrgreen:

               
      • Ely Meyer

        19 September 2012 at 15:27

        tinggi sekali

         
        • SanG BaYAnG

          20 September 2012 at 01:41

          Ah.., kq kayak bintang kecil bakyu..:mrgreen:

           

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: