RSS

Sendiri Dalam Sebuah Puisi

23 Sep

Sendiri Dalam Sebuah Puisi
Puisi : Sang Bayang

Kala rindu menepuk dada,
pada siapa cinta tertuju.

bukan padamu rahasia mengalir
basahi kertas bertulis sajak
mengandung cinta,
lahirkan anak puisi rindu
membawa kisah
tentang syair kesepian
mencari kawan dalam baitnya.

***
pada segelas kopi seduhan
hati mengeluh
berkawan akrab dengan kepulan asap
kretek tembakau,
bahkan sebotol arak
sekedar bersandar pada kemelut senda
menopang kabut permainkan kata.

***
sementara malam terkulai
lemah, menyerah pada sunyi
ditikam sepi menusuk jantung puisi.

berlari melawan kisah
sumbang mata menatap arah,
serak dan pecah, terbelah
suarakan rindu takhlukan bunyi,
gelisah dalam isyarat bertanda
dibalik diamnya semesta
tersembunyi diujung bait
sendiri dalam sebuah puisi.

Ambarawa, September 2012

 
42 Komentar

Ditulis oleh pada 23 September 2012 in Puisi, Puisi Cinta, Sajak, Syair

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

42 responses to “Sendiri Dalam Sebuah Puisi

  1. Alris

    5 Oktober 2012 at 12:38

    kalo mas bisa mengadu pada seduhan kopi dan kepulan asap. lha, saya bukan maniak kopi dan tidak ngudud, jadi pada hening malamlah aku mengadu.

     
    • SanG BaYAnG

      6 Oktober 2012 at 02:03

      Begitulah adanya Pak, begitu banyak tempat untuk menampung aduan kita semua.., tanpa terkecuali tembok-tembok ataupun tiang listrik sekalipun..hehehe..:mrgreen:

       
  2. Gen Puisi

    26 September 2012 at 01:47

    kesunyian, kesepian selalu lahirkan karya yang dahsyat dalam alunan kata..🙂

     
    • SanG BaYAnG

      26 September 2012 at 01:57

      Hanya pada sunyi dan kesendirianlah puisi mencari teman dalam baitnya.
      Terimakasih Mbak..😀

       
  3. Rifyal

    25 September 2012 at 03:34

    Sang pujangga memiliki riang dalam sepi dan kebahagiaan dalam sunyi🙂
    Always smile friend !

     
    • SanG BaYAnG

      25 September 2012 at 03:35

      Oh.., begitukah kala rindu menyapa sebagian jiwa..
      Terimakasih banyak mas..😀

       
  4. mintarsih28

    24 September 2012 at 15:16

    bagaimaakah seniman mengatasi rasa sepi?

     
    • SanG BaYAnG

      24 September 2012 at 15:40

      Alangkah indahnya andai yang kita tanyakan adalah hasil karya yang tidak sepi ataupun kesepian (dalam makna), sehingga dalam tiap karya selalu ada kesinambungan (tidak berdiri sendiri-sendiri), baik dalam bait ataupun karya seni lain.
      Sedang, untuk seniman yang kesepian, biarkan saja menikmati keadaanya dengan kepekaan masing-masing individu. Bribu maaf Mbak.., puisi ini memandang perilaku serupa diatas sebagai hal yang tidak penting untuk di pertanyakan..hehe..he..:mrgreen:

       
  5. Sang Dewi

    24 September 2012 at 14:31

    cinta…
    rindu…
    syair…
    kopi…
    plus tembakau…
    awas batuk mas 😀

     
    • SanG BaYAnG

      24 September 2012 at 14:45

      Slalu ada solusi!😛

       
      • Sang Dewi

        27 September 2012 at 08:06

        selalu siap konidin ya mas😀

         
        • SanG BaYAnG

          28 September 2012 at 01:20

          Ah.., cukup jahe dan jeruk nipis saja mbak..😀

           

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: