RSS

Aku Bangga Menjadi Temanmu

27 Sep

Aku Bangga Menjadi Temanmu
Cerpen : Sang Bayang

Siang itu udara agak lembab. Angin terasa basah menghembuskan kemauanya. Mendung menggantung dimana-mana. Matahari yang seharusnya sudah meninggi belum juga menunjukan diri sejak pagi. Sementara Saifun berjalan setengah berlari . Ditanganya memegang sejumplah gulungan foto kopi. Ketika lewat di depan pintu ruang TU bertemu dengan Wigati.

“Mau kemana Wi?” sapa Saifun.

“Aku mau bicara denganmu. Kita ke UKS saja”

“Apa itu penting?” tanya Saifun yang penasaran.

“Aku minta maaf!” katanya setelah tiba di ruang UKS yang sepi.

“Loh.., emange apa kesalahanmu padaku?”

“Aku tidak bermaksud apa-apa ketika Marno mempermainkanmu kemarin. Aku hanya diminta ikut dan tutup mulut, sebab dia ingin membuktikan apa yang pernah dia dengar tentang kamu.”

“Halah..”

“Aku tidak bermaksud apa-apa..”

“Sudahlah, Wi. Lupakan saja. Aku juga menyesal kenapa semua bisa menjadi begini. Padahal sebelumnya aku belum pernah berbuat seperti itu di depan orang banyak. Justru aku menyesali perkataanku dihadapan teman-teman tempo hari. Seharunya itu tidak kukatakan hanya karena membela orang lain. Seandainya aku tidak mengakui sebagai pelakunya, mungkin aku tidak akan dikerjai oleh kalian. Tapi sudahlah. Semua sudah terjadi dan aku berharap semua itu tidak akan terulang lagi..”

“Aku minta maaf..” potong Wigati lirih.

“Sudahlah. Aku bahagia sekali punya teman baik sepertimu” sahut saifun yang gak mau kalah sambil memegang pundak Wigati dan mengajaknya untuk meninggalkan ruang UKS.

Sejak saat itu mereka berdua mulai terlihat akrab. Beberapa hari kemudian ia tampak intim dengan cowok yang sopan, murah senyum, kocak dan ceplas-ceplos bicaranya itu. Saat istirahat, berangkat dan pulang sekolahpun mereka selalu berdua. Maka tak heran bila tiba-tiba saja kelas 2E 5 dan beberapa kelas lainya menjadi ajang gossip tentang merka berdua. Namun Wigati menanggapinya hanya dengan senyum biasa saja.

Wigati juga bahagia bisa mendamaikan Saifun dan Wilis yang akhirnya sadar bahwa dialah yang bersalah. Belakangan si Wilis juga sudah mau bertegur sapa dengan Saifun. Selain mengakrabkan Wilis dan Saifun. Kebahagiaan Wigati juga karena bisa mengakrabkan diri dengan seorang Ikhza Saifun Nida yang mengaku anak kampung berasal dari Kota Ngawi di Jawa Timur itu. Dan kedekatanya itu, juga merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Wigati.

Keakraban mereka telah membuat saifun menceritakan siapa dirinya sebenarnya . Wigati haru dan bahagia. Saifun mengaku kalau dia dibawa kakak angkatnya keBandung dan merasa risih menjadi anak angkat yang selalu dimanjakan. Sementara Hati Wigati tersentuh mengenang cerita Saifun yang sejak kecil ditinggal kedua orang tuanya. Bapak dan ibunya meninggal akibat kecelakaan, sedang dirinya dibesarkan disebuah panti asuhan hingga muncul kakak angkatnya yang datang sebagai seorang aktifis muda dan baru lulus kuliah.

“Ah.., sungguh kasihan Saifun” bathin Wigati sore itu. Namun disisi lain, ia justru bahagia mendengar teman-temanya menggosipkan dirinya dan saifun berpacaran.

Ambarawa, September 2012

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 27 September 2012 in Cerpen, Sudut Pandang

 

Tag: , , , , ,

14 responses to “Aku Bangga Menjadi Temanmu

  1. cumakatakata

    30 September 2012 at 02:18

    iki ceritane opo berkorban ngunu ta Mas?????

    jenenge awaneh2 mas……..

     
    • SanG BaYAnG

      30 September 2012 at 02:25

      Oh.., itu sebenere cuma kisah kesombongan seorang anak purnawirawan yang pada akhirnya kena batunya. dan masih banyak selipan-selipan lain yang di petik dari romanya Gopala candri

      Aneh pie tah.., iku kan nama nama bermakna semua..mas. #menurutku

       
  2. eL Ro

    28 September 2012 at 14:55

    ini seperti penggalan cerita, ya….??
    ato emang cerita bersambung, oms…???

     
    • SanG BaYAnG

      29 September 2012 at 01:34

      Iya.., sebenarnya ini cerbung yang saya tulis ditempat lain. Namun sebagian sengaja saya Update disini untuk menghindari Asal kopas dan pembajakan karya saja mas.
      Terimakasih atas pencermatanya.😀

       
      • eL Ro

        29 September 2012 at 01:56

        oh, makanya kok ngga ngena plot`nya…, hehee…,, rasanya ada yg kurang gitu..,,😀

         
        • SanG BaYAnG

          29 September 2012 at 02:16

          iya mas, bila kita mengingat kata “tempo hari, Wilis dan marano” yang ada jauh dihalaman lain.

          Beginilah cara saya menghindari hal yang pernah terjadi agar tidak terulang lagi.

          Terimakasih banyak mas..😀

           
      • cumakatakata

        30 September 2012 at 02:16

        tempat lain endi maksudte mas???

         
        • SanG BaYAnG

          30 September 2012 at 02:20

          Wah.., dirahasiakan mas.
          Satu cerita, saya bagi pada empat buah blog soale.
          #ben mumet..wkxkxkxk

           
  3. jhonytato

    28 September 2012 at 02:32

    terimakasih sudah berbagi info yang sangat bagus,
    bgognya juga bagus sekali, saya gak perlu menunggu loading lama untuk berkunjung kemari, blog nya ringan sekali.

     
    • SanG BaYAnG

      28 September 2012 at 03:37

      Sama-sama mas..
      Terimakasih sekali.., sudah sudi berkunjung kemari..

       
  4. Ely Meyer

    27 September 2012 at 18:48

    ini yerita nyata apa fiksi jang ?

     
    • SanG BaYAnG

      28 September 2012 at 01:38

      Semua yang ada disini fiksi jeng..😛

       
  5. violetcactus

    27 September 2012 at 10:46

    oow.. diam-diam ternyata.. ^_*

     
    • SanG BaYAnG

      28 September 2012 at 01:25

      Hmm.., ternyata kenapa mbak..???🙄

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: