RSS

Sebuah Puisi di Batas Propinsi

03 Okt

Sebuah Puisi di Batas Propinsi
| Puisi : Sang Bayang

Dari nyala pucuk ekor;ku dibatas propinsi
tak lelah kubarkan keindahan
pada deretan bait bait puisi
tentang arti; sebuah perubahan.

Dari sudut kota lama
yang dulu dipandang sebelah mata.
Aku; hadir mengalir
bersama waktu yang bergulir.
Berputar seperti roda roda
menembus arus perjalanan masa.
Bergerak menempuh jarak
dalam ruangku menulis sajak.

Bersama denyut nadi kota yang selalu berdegup,
kuharap tubuhmu segera menguncup.
Bebaskan diri dari pengembaraan,
menidurkan tawa pengusikmu berjalan.

Ambarawa, Oktober 2012

 
44 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Oktober 2012 in Puisi, Sajak, Syair

 

Tag: , , , , ,

44 responses to “Sebuah Puisi di Batas Propinsi

  1. Katrina

    4 Oktober 2012 at 16:23

    indah untaian aksaramu mas…
    aku hanya tumpang menikmati..ada bait2 yang aku sendiri kurang mengerti…

    *tersenyum pada kekurangan diri..🙂

     
    • SanG BaYAnG

      5 Oktober 2012 at 03:54

      Terimakasih sekali mbak Katrina..
      semoga kekurangan-kekurangan yang kita miliki bersama ini selalu taburkan kebahagiaan diantara kata dalam baitnya.🙂

       
  2. bejono777

    3 Oktober 2012 at 23:04

    seperti menanti bayangan jiwa……semoga lekas ketemu

     
    • SanG BaYAnG

      4 Oktober 2012 at 02:52

      Amiin.., terimakasih atas do’a nya mas..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: