RSS

Melukis Dan Menulis

07 Okt

Menulis dan melukis bisa dikatakan sebagi dua kegiatan yang sama-sama menampilkan makna tertentu. Hanya saja pada sebuah lukisan tidak menunjukan sebuah kesatuan bahasa yang menjadi representasi ekspresi dalam sebuah kalimat. Namun disisi lain, lukisan lebih mampu menanmpilkan sebuah keindahan yang memanjakan mata penikmatnya.

Sampai saat ini saya juga belum mengerti seperti apa menulis dan melukis itu sebenarnya. Jadi saya tidak ingin berbicara pengertian melukis atau menulis, juga tidak menulis puisi atau sajak-sajak tidak enak seperti yang biasa saya ketikan pada blog ini, karena pagi ini pikiran saya sedang buntu dan buntu. Sekedar ngisi waktu luang, saya coba memandangi sebuah gambar yang beberapa hari lalu dikirim oleh seorang teman seniman yang sedang melanjutkan study nya entah dinegeri mana sekarang ndak usah disebutkan.

Sebagai karya seni, sepintas memandang gambar ini, sepertinya tampak sepele bahkan bisa dikatakan kurang menampilkan detilnya sebuah lukisan dan kalaupun dinilai dengan uang mungkin hanya enol koma sekian persenya lukisan “The Scream” yang terkenal itu. Namun dibalik kesederhanaanya saya melihat sebuah keistimewaan yang mungkin tidak bisa saya lukiskan dengan kata. Yah.., begitulah yang saya rasakan. Gambar ini begitu istimewa tapi saya ragu untuk mengungkapkanya. Maka saya hanya bisa berkata bahwa lukisan ini bagus.

Diantara keraguan dan batas kemampuan saya yang masih sangat minim. Saya hanya bisa mengupdate gambar ini dengan harapan ada pendapat lain. Dan meminta pertimbangan dari teman-teman sekalian. Bagimakah pendapat kawan blogger tentang gambar dibawah ini..???

Bunga Kehidupan

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada 7 Oktober 2012 in Karya Seni, Sudut Pandang

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

26 responses to “Melukis Dan Menulis

  1. febrian hadi

    8 Oktober 2012 at 16:49

    uaaapiiik gambare🙂

     
    • SanG BaYAnG

      9 Oktober 2012 at 04:35

      Terimakasih mas..😀

       
  2. kangyaannn

    8 Oktober 2012 at 11:44

    jujr gan saya merasa kesulitan untuk menangkap pesan dari sebuah lukisan…

     
    • SanG BaYAnG

      9 Oktober 2012 at 04:50

      Sama Kang.., saya juga tidak begitu bisa kalau membaca lukisan..😀

       
  3. Ely Meyer

    7 Oktober 2012 at 20:58

    jadi inget kembang kembang di halaman rumahku

     
    • SanG BaYAnG

      8 Oktober 2012 at 02:12

      Wa.., kalau punya Mbakyu percoyo ae lah, mesti Joss, lawong itu nyata.😀

       
      • Ely Meyer

        8 Oktober 2012 at 02:14

        pancen

        wah .. iki aku lagi guneman karo cumakatakata ning blogku

         
        • SanG BaYAnG

          8 Oktober 2012 at 02:16

          Wah.., yen kang cumakata kae, ancen tukang gunem kq mbak..😀

           
  4. Iwan Yuliyanto

    7 Oktober 2012 at 16:40

    Yang bisa kutangkap adalah suasananya, yaitu dipagi hari, saat dimulainya kehidupan.

     
    • SanG BaYAnG

      8 Oktober 2012 at 02:06

      Wa.., hebat mas. Itulah sebabnya, mengapa saya memberi judul lukisan itu sebagai bunga kehidupan..😉

       
  5. katrinaedwardsyusof

    7 Oktober 2012 at 14:32

    sepertinya..
    pelukis sedang berimajinasi…
    atau imej ini beliau terlihat didalam mimpi…
    kerana warna2 bebunga ini tidak wujud dialam nyata…
    warna hayalan..yang cantik…mungkin warna favorite beliau…
    juga dedaun ikut warna yang sama…

    *hal didalam mimpi selalunya sesuatu yang kita mahu tetapi dialam nyata sukar terjadi…
    tersenyum menikmati lukisan indah ini….segar sekali…🙂

    terima kasih sudah berkongsi…

     
    • SanG BaYAnG

      8 Oktober 2012 at 01:58

      Hmm.., bisa juga yah andai di artikan begitu.

      Sama sama Mbak..🙂

       
  6. Triyoga Adi perdana

    7 Oktober 2012 at 12:31

    Bahkan hal yang aneh pun, bisa kita lihat bagus. itu seninya mas.😀

     
    • SanG BaYAnG

      8 Oktober 2012 at 01:41

      Oh.., begitu ya mas.
      Hebat deh sampean kalau bisa baca sebuah lukisan..:mrgreen:

       
      • Triyoga Adi perdana

        9 Oktober 2012 at 19:37

        Tiap orang saya rasa punya sudut pandang “membaca” yang berbeda mas. Kalo misal dikatakan, itulah seninya.😀

         
        • SanG BaYAnG

          10 Oktober 2012 at 02:54

          Iyah mas.., mungkin begitulah kiranya maksud dari nikmat sebuah perbedaan..😀

           
  7. puchsukahujan

    7 Oktober 2012 at 11:23

    kesannya… hidup

     
    • SanG BaYAnG

      7 Oktober 2012 at 11:42

      Yaitu Mbak Puj..
      Terutama jika memandang titik titik air itu, serasa waow gimana.. gitu loh..:mrgreen:

       
      • Triyoga Adi perdana

        7 Oktober 2012 at 12:32

        Nanggung mas. Pas bilang woww itu sekalian koprol harus e. *kebiasaan jaman sekarang.😀

         
        • SanG BaYAnG

          8 Oktober 2012 at 01:43

          Wa.., kalau ini ndak pake koprol lah mase.😆

           
          • Triyoga Adi perdana

            9 Oktober 2012 at 19:36

            Hehehehe. . Biar semakin mantap masbroooh.😆

             
  8. yisha

    7 Oktober 2012 at 10:41

    pening…….
    *ngga paham ama lukisan?

     
  9. JNYnita

    7 Oktober 2012 at 08:22

    Itu buat sendiri???? Bagus….
    Saya pengen bisa melukis, tapi rasanya kalau belajar otodidak kurang greget, pengen ada yang ngajarin…

     
    • SanG BaYAnG

      8 Oktober 2012 at 01:39

      Lho.., kq masih nanya..🙄🙄🙄

      Coba saja Mbak Nita bergabung dengan berbagai komunitas melukis atau sanggar di daerah tempat anda berada. Mudah-mudahan itu bisa membantu.😉

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: