RSS

Sekelumit Pesan Untukmu

08 Okt

Sekelumit Pesan Untukmu
Jejak Kisah : Sang Bayang

Kudekap sepi ketika malam turun kehati. Entah keberapa sekian kali, kau hadir membawa setumpuk senyum, bersama bunga-bunga puja diruangku menulis sajak. Aku tak berdaya menyambutmu dengan kata pada putaran malam yang mulai beranjak pagi. Hingga tak mampu temukan sepatah katapun yang tepat agar dapat kulempar pada selembar kisah indah walau bertabur gelisah.

Diluar sadarku, patahan patahan kata membawaku berlari pada sudut ruang dimana aku tak mampu lagi melukis grafis. Hilang bersama warna warna buram yang melayang cemas, seolah lelah menempuh perjalanan musim kemarau yang sakau setelah menenggak putau. Sementara aku harus menghalau risau ketika jarak tak terjangkau.

Mungkin harus kuputar kembali gita lampau dan membangun jembatan pikiran kusam dipangkuan. Menyandarkan keinginan bukan lagi pada angin. Membungkus sebaris namamu menjadi gulungan rasa, kemudian membawanya ke gua jiwa agar bisa khusuk bersemadi dalam mencintaimu. Karena adanya kau dan aku akan saling menyempurna.

Ambarawa, Oktober 2012

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Oktober 2012 in Cerpen, Puisi, Puisi Cinta

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

16 responses to “Sekelumit Pesan Untukmu

  1. katrinaedwards

    15 Oktober 2012 at 00:11

    yang mana pesannya Sang Bayang..πŸ˜‰

    *tersenyum sendiri..

     
  2. kangyaannn

    9 Oktober 2012 at 15:15

    jatuh cinta berjuta warna….

     
    • SanG BaYAnG

      10 Oktober 2012 at 03:29

      Hehehe.., mungkin begitulah Kang. Ketika cinta membakar dada, hitampun bisa menjadi putih..:mrgreen:

       
      • kangyaannn

        10 Oktober 2012 at 11:32

        pengalaman gan kalau lagi di mabuk cinta gak takut setan… demi ngapel melewati tempat angker juga jalan terus hehehehe…

         
        • SanG BaYAnG

          11 Oktober 2012 at 04:05

          Wkxkxkxkx.., Kalaupun setanya itu berani nongol mungkin ia juga malah takut kali Kang #takut diapeli..

           
  3. yisha

    8 Oktober 2012 at 14:09

    kenapa yisha menganggap ini banyak , bukan sekelumit ya……???? πŸ˜•

     
    • SanG BaYAnG

      9 Oktober 2012 at 04:36

      Mungkin ditulis jamak..πŸ˜›

       
  4. jarimanisindonesia

    8 Oktober 2012 at 10:15

    wahay penyair

     
  5. Sang Dewi

    8 Oktober 2012 at 09:12

    cie cie…yg lg falling in love sampai sakau…

    #tarixzzzzzz…

     

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: