RSS

Parodi Pemuja Setan

11 Okt

Parodi Pemuja Setan
Puisi : sang Bayang

Tak usah kaget bila aku sering bertapa
sebab biasa kucengkrama dupa
dengan kemampuan setara pandita.
sayang sedang kehabisan menyan
hingga para prewangan jadi kelaparan.
malang nasib kulihat setan piaraan
iblis iblis menangis serupa sekarat
akibat tumbal kiriman—sesaji terlambat

Sialku juga lupa mantra
sementara jin tak lagi malih rupa
lantas bagaimana
ah bego nian aku ini
bukankah setan itu abadi
serupa tempat kutinggali
aduh malang nasibku
piara setan selaksa menelan candu.

Ambarawa, Oktober 2012

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada 11 Oktober 2012 in Puisi, Religi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

6 responses to “Parodi Pemuja Setan

  1. cumakatakata

    14 Oktober 2012 at 01:03

    iki ceritane piye, sampe lali mantrane….

    yo wes, ditukoke pecel ae…

     
    • SanG BaYAnG

      14 Oktober 2012 at 06:05

      Sik mantrane di gawe disek nek nu.. #wis wayahe sarapan kih..😀

       
  2. kangyaannn

    11 Oktober 2012 at 12:29

    mending di jauhi saja tuh para setan gan…..

     
    • SanG BaYAnG

      13 Oktober 2012 at 02:08

      Iyah Kang. Itulah sebabnya mengapa diakhir kalimat ditegaskan serupa candu..😀

       
  3. yisha

    11 Oktober 2012 at 10:04

    keren bangetsssssssssss………
    ah, ngga, keren aja………..

     

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: