RSS

Hidup Matinya Sebuah Puisi

18 Okt

Hidup Matinya Sebuah Puisi
Puisi : Sang Bayang

Butiran kata mengalir
bergulir
tenang
setenang bilangan makna
menyapa
kepekaan mulut bertanya

Di bingkai malam
kehilangan kelam
bait bait, pecah
berserakan
pudar dalam pencarian
mengusung keindahan

Ambarawa, Oktober 2012

 
70 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Oktober 2012 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

70 responses to “Hidup Matinya Sebuah Puisi

  1. pustakawankreatif

    18 Oktober 2012 at 21:32

    ijin nyimak mas,,
    salama kenal…

     
    • SanG BaYAnG

      19 Oktober 2012 at 02:08

      Silahkan Mas.. terimakasih atas kesudianya untuk nyimak coretan iseng ini.
      Salam kenal juga dari “SanG BaYAnG” untuk Mas..😀

       
  2. izzawa

    18 Oktober 2012 at 21:01

    tok tok..izin nyimak mas

     
    • SanG BaYAnG

      19 Oktober 2012 at 02:06

      O..iyah. Silahkan langsung saja Mbak. Ndak usah ngantri..:mrgreen:

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: