RSS

Seribu Puisi Berimajinasi

24 Okt

Seribu Puisi Berimajinasi
Sebuah Warkah Untuknya : Sang Bayang

Kita dipertemukan dalam keadaan tak terduga. Seperti bayi di kandung ibunya. Sejak kapan—kita pun lupa. Namun hari telah menjawab dengan lingkaran waktunya. Dimana kita hanya bisa saling bermimpi dan mewarnai malam dengan senyuman. Sebab hanya dengan tawa yang kumiliki, aku bisa menyapamu dalam seribu puisi.

Entah keberapa sekian kali kusebut namamu dalam dua hurufnya. Namun tetap saja kita tak mampu saling jabat dan berpeluk erat sebab jarak terpisah oleh betang lautan.

Mungkin imajiku terlalu berhalusinasi pada tiap puisi. Hingga seribu bayangmu membelenggu pergerakan kata yang tak bisa ku arak dalam tiap baitnya. Aku terlalu lemah diantara kesadaran akan sebuah rasa yang tak pernah bisa kuingkari. Sementara—disisi lain. Kau tak mungkin bisa kumiliki dengan utuh—meski berjuta alasan kuhadirkan. Maka layaklah bagi kita—untuk segera tinggalkan mimpi-mimpi, agar bisa melupakan garis tangan yang tak bisa diramalkan.

Walau kenyataan ini begitu pahit dan menyakitkan. Biarlah kurasa dengan segala penderitaanya. Sebelum lahirnya sebuah penyesalan. Sebelum ada yang kecewa. Sebelum ada yang terluka—oleh keangkuhan dan segala kebohongan yang selama ini telah kuciptakan dalam sebuah tulisan.

Namun.., percayalah. Waktu akan menjawab dari tempat raga kita berada. Diantara syair syair—doa yang selalu kupanjatkan dan tulis untukmu. Biar asa menemukan kebahagiaan dalam kesendirianya. Seiring desah paruku yang makin melemah. Diatas pembaringan. Kala menghisap gantungan selang dari tabung oksigen. Aku hanya berharap—tetap bisa memeluk erat bayangmu. Menjadikanya begitu dekat. Seolah nyata dan hanya bisa kutemui dalam mimpi.

Biarlah perjalanan ini menjadi sebuah cerita yang akan kita lantunkan dalam beberapa kisahnya. Tertulis dalam goresan yang mewarnai hari dengan suka-duka. Dimana aku selalu bisa melukiskan keindahan senyumu. Diantara jajaran kata yang sering kita temukan kesimpulan pada tiap akhir baitnya.

—oOo—

***Seribu puisi—terpisah oleh bentang lautan—yang tak bisa diramalkan—dalam sebuah tulisan—dan hanya bisa kutemui dalam mimpi—pada tiap akhir baitnya.

Kranggan-Temanggung, Oktober 2012

 
21 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Oktober 2012 in Prosa, Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

21 responses to “Seribu Puisi Berimajinasi

  1. violetcactus

    27 Oktober 2012 at 05:26

    kadang pertemuan dalam mimpi terasa begitu dekat begitu nyata ya Mas..
    semangat..semangat…

     
    • SanG BaYAnG

      27 Oktober 2012 at 05:28

      Hehehe.., ini semua terlepas dari mimpi dan sekedar berimajinasi saja kq mbak. kalaupun terwujud ya bahagia juga seh..:mrgreen:

      Okey..okey.. Semungut..πŸ˜€

       
  2. aqomadin

    24 Oktober 2012 at 21:59

    berbuat seadanya, beribu harapan dan keinginan hadir diantara puisi….
    mancappp….πŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      25 Oktober 2012 at 02:37

      dengan apa adanya kadang lebih asik kok mas..hehehe..
      terimakasih mas..πŸ™‚

       
  3. HALAMAN PUTIH

    24 Oktober 2012 at 21:50

    Masih mending bisa bertemu walau hanya dalam mimpi…

     
  4. monda

    24 Oktober 2012 at 14:52

    hambatan apa sih ya….
    semangat lah kalau bisa diperjuangkan

     
    • SanG BaYAnG

      25 Oktober 2012 at 02:28

      iyah mbak.., terimakasih atas, semangat yang membuat darah saya menjadi hangat ini..πŸ™‚

       
  5. kangyaannn

    24 Oktober 2012 at 12:16

    moga suatu hari nanti bisa ketemu gan Bay …

     
  6. Sang Dewi

    24 Oktober 2012 at 11:47

    alamak..
    cintamu dalam kali bayang..

    #piss mas πŸ˜›

     
    • SanG BaYAnG

      25 Oktober 2012 at 02:03

      iya nih mak.., carikan obatnya atu mak..πŸ˜€

       
  7. selimutkehidupan

    24 Oktober 2012 at 10:31

    good job bro
    setiap kata sangat emotionalπŸ™‚

     
  8. giewahyudi

    24 Oktober 2012 at 10:30

    Pasti si doi langsung klepek-klepek dan ga bangun-bangun ini, serasa di surga.πŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      25 Oktober 2012 at 01:58

      Waduh.., kalau ampe klepek-klepek ndak bangun, saya gimana..:mrgreen:

       
  9. yisha

    24 Oktober 2012 at 09:11

    cie cie cie………….makin manis aja kata2 kakaaaaaaa………

     
    • SanG BaYAnG

      25 Oktober 2012 at 01:29

      Tak apa lah.., asal tak dikerubuti semut..πŸ™‚

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: