RSS

Sebidang Rasa Dibalik Tanda Baca

26 Okt

Sebidang Rasa Dibalik Tanda Baca
Sebuah lirik Ternoda : Sang Bayang

Tak bisa berharap dengan logika
tak mampu mengingkari rasa
lantas—aku bertanya
me
nga
pa
selalu menunggumu setiap malam. Meskipun aku tahu, itu hanyalah angan sebatas mimpi yang tak kan wujud terpenuhi.

Ketika suara jiwa lantang berteriak—menolak patah. Kesadaran membekuk cinta yang tak layak beralasan. Sedang kesetian akan terbukti dibatas penantian.

Aku hanya bisa berharap menjalarnya surga akan tersungkur begitu saja—kala berujar dalam kesendirian, sebagai tulisan ikrar tak tertafsir seindah syair doa yang selalu dipanjatkan manusia saat menjelang idhul adha.

Mungkin.., ini terlalu mudah bagimu yang mencoba bermain dipentas pertunjukan. Dimana kita akan berperan sebagai matahari laki-laki dan bulan perempuan yang harus menyinari bumi ditempat masing-masing.

Namun.., aku yakin kau—pasti mengerti. Tentang arti sebidang rasa yang akan kau lintasi di tempat ini, kemudian berlari entah kemana. Sebab aku tahu—betapa mudah retaknya sepotong hati yang pernah tersakiti. Dan itu, kulihat jelas dari tatapan manik mata yang sesungguhnya bukan milikmu.

Baiklah.., biar puisi menghias hari—walau tak mampu ingkari nurani. Kemudian bercinta dengan kebodohan sebagai karya mulia sang pencinta yang ditulis dengan sepenuh hati dan rela berpesta air mata agar kau tetap bahagia ketika membaca.

Ambarawa, Oktober 2012

Nilam

 
22 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Oktober 2012 in Puisi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

22 responses to “Sebidang Rasa Dibalik Tanda Baca

  1. kangyaannn

    27 Oktober 2012 at 15:37

    “Meskipun aku tahu, itu hanyalah angan sebatas mimpi yang tak kan wujud terpenuhi.”

    mengapa tak coba di wujudkan gan ?

     
  2. violetcactus

    27 Oktober 2012 at 05:41

    nah.. ngga akan mentok memang, maksud saya kalo kita ga malas berpikir, atau berimajinasi hehe…

     
    • SanG BaYAnG

      27 Oktober 2012 at 05:49

      Lain berpikir.., lain berimaji Mbak.
      Ketika berimaji kita bebas melakukan apapun. Lawong namanya juga mengkhayal, jadi ya terserah dan suka-suka gue donk..hahahaha..
      sedang ketika berpikir kita akan lebih sering tersedak dengan keterbatasan kita sebagai manusia dan rakyat yang hidup dinegeri memiliki undang-undang.

      Selanjutnya terserah kitanya saja, mau memadukan keduanya atau membuatnya berdiri sendiri-sendiri..hehehe.. #halah.., malah jadi banyak bicara..:mrgreen:

       
    • violetcactus

      27 Oktober 2012 at 08:28

      ow, iya deh… hehe
      #suka memadukan keduanya

       
  3. violetcactus

    27 Oktober 2012 at 05:32

    yeah.. salah satu asyiknya menulis itu, kita bisa berlaku sebagai siapa atau apa saja, sampai mentok di batas pagar imajinasi hehe..

     
    • SanG BaYAnG

      27 Oktober 2012 at 05:35

      Aih.., jangan dimentokin donk Mbak. Ntar kejedot tau rasa loe..hahahaha..πŸ˜†

      Langit dan bumi teralu luas untuk kita jangkau, sehingga pikiran itu tidak akan mentok..hehehe..:mrgreen:

       
  4. DM Asmed

    27 Oktober 2012 at 01:18

    Pedih, kata-kata mu mas brow…….πŸ™‚ plus kamuflase gambar seolah2 sedang galau…..πŸ™‚ Salam Istimewa Buat Sang bayang…..

     
    • SanG BaYAnG

      27 Oktober 2012 at 01:25

      Semua bisa dilakukan dalam bentuk tulisan mas. entah kita gambarkan dalam suka,duka atau bahkan kita dramatisir semenderita mungkinpun juga bisa.

      seperti halnya dalam tulisan ini. saya yang selalu menjadikan diri sebagai pemeran. karena saya tak ingin menjual nama orang lain.

      Soal gambar, bukankah bisa kita dapatkan darimanapun Mas..hehehe.
      Salam Istemewa..pula buatmu Mas..πŸ™‚

       
  5. Senjakala Adirata

    26 Oktober 2012 at 18:18

    waw….. puisine iki kok rodo melankholik to….

     
    • SanG BaYAnG

      27 Oktober 2012 at 01:15

      Pas nulis isi kepala bertabrakan dengan berbagai suara.., jadi rada ngerem Mas..hehehe..πŸ™‚

       
  6. katrinaedwards

    26 Oktober 2012 at 15:13

    Aku suka lagu latarnya..πŸ™‚

    Mas SB, cantik pacarrmu Mas..aku ikut senangπŸ™‚

    Salam Eidul adha, Minal aidin walfaidzin maaf lahir dan bathin..

    KeY

     
  7. Sang Dewi

    26 Oktober 2012 at 11:26

    menunggu
    sesuatu yg melelahkan bagiku

    cuit..cuit..

    btw..senyumnya manis bnget tuh.
    pantesan mas bayang klepek klepek mirip ikan gak dapat jatah air πŸ˜€

     
    • SanG BaYAnG

      27 Oktober 2012 at 01:14

      Membosankan.
      Biarin..biarin..biarin..πŸ˜›

       
  8. Oca

    26 Oktober 2012 at 05:17

    kok sedih amat sih

     
    • SanG BaYAnG

      26 Oktober 2012 at 05:18

      Sedih yoben. sak karepku to

       
      • Oca

        26 Oktober 2012 at 05:30

        kacian deh loe

         
        • SanG BaYAnG

          27 Oktober 2012 at 01:13

          Yiahh.., seneng yen aku sedih.. hikz..hikz..😦

           
  9. Ely Meyer

    26 Oktober 2012 at 04:18

    gitu dong kang sekali kali ada foto gadis ayunyaπŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      26 Oktober 2012 at 04:21

      Hehehe.., Mantebs to. Setuju ndak ne..:mrgreen:

       
      • Ely Meyer

        26 Oktober 2012 at 04:23

        besok besok pasang terus ya kang

         
        • SanG BaYAnG

          26 Oktober 2012 at 04:32

          Mudah-mudahan Mbak.., tapi gambarku elik-elik je.. #isin au..

           

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: