RSS

Tiga Buah Sajak Dan Sebuah Harapan

02 Nov

Seteguk Mimpi Tanpa Pelangi
Sajak Sajak Cinta : Sang Bayang

Malam kembali pada kesunyian. Angin kabarkan luka diubun kebencian. Atas bayangan lancang—bersemayam diperaduan tak bertuan. Membisu. Kaku. Tanpa lidah acungkan wajah.

Terasing ditempat semula. Bah musafir—terluka patahan sebilah rusuk. Berdiam digenangan air—sisa hujan kemarin. Basah ditunas tak lagi bersemi. Layu berlahan—redup rembulan kian padam.

Canggung di kebimbangan. Diam meyakinkan insaf tanpa lobang. Menyumbat aliran seteguk mimpi pilar hati. Kian pudar tanpa pelangi jingga seduhkan warna.

Ambarawa, 02 November 2012

***
Senja Berburu Keindahan Cinta
Sajak Sajak Cinta : Sang Bayang

Senja berburu keindahan cinta. Menguak kabut nurani—membaca cinta dan rindu. Berkelana menggores luka—pada sejengkal anak manusia terlena.

Mengalir sesaat kemudian tersumbat. Ditepian duka tambatkan kesedihan hati tersakiti. Tinggalkan kepedihan luka—untuk kau jenguk kembali.

Dalam sajak kukabarkan luka yang masih menganga. Kian pedih tersiram cuka—dibalik bayangan seraut wajah menggugah nestapa.

Menanam rindu. Mengubah kenangan jadi luka—yang senantiasa kujaga walau harus menderita. Hingga luluhlah hatimu yang membatu.

Datang membawa beberapa kata. Bersama kelonggaran jiwa nan indah di senyuman. Menghias pergantian waktu beranjak syahdu.

Di sepertiga malam yang mulai meninggalkan kelam. Dingin tak lagi ternoda. Disucikan oleh air mata—sirnakan luka. Selanjutnya tinggalah doa pada Sang Pemilik Cinta.

Ambarawa, 02 November 2012

***
Tuhan Tidak Demikian
Sajak Sajak Cinta : Sang Bayang

Rembulan lari membawa kunci. Mengusik hening pelataran jiwa. Rapuh ditangan keangkuhan tak berpintu. Runtuhkan benteng keagungan tengah musim.

Rumput bersemi laksana duri—mencipta luka tak bernama. Dipasung keabadian dendam. Mengubur maaf direlung jiwa terdalam. Sedang Tuhan tidak demikian.

Ambarawa, 02 November 2012

Tiga Buah Sajak Dan Sebuah Harapan

___________________________________________________________________________________________

***
Harapan Terakhir
Cerita Hati Yang Terluka : Sang Bayang

Dunia lebih bermakna dengan keindahan. Namun kesedihan, kadang hadir melengkapinya sebagai penghias kehidupan. Membentuk notasinya sendiri. Mengisi setiap ruang. Mencipta sebuah keindahan baru yang berpadu. Suka dan duka saling berkesinambungan. Saling melengkapi hingga melahirkan nuansa keindahan yang kita nikmati bersama.

Siapapun pasti tak ingin bersedih dan menderita. Begitu juga dengan aku yang selalu mengharapan kebahagian itu senantiasa datang dari arah manapun. Tapi, apa hendak dikata ketika takdir telah berkata lain. Siapapun pasti tak akan pernah menduga, bila keindahan yang seharusnya masih bisa kita nikmati, tiba-tiba saja terbalik dan menjadi sesuatu yang menyakitkan untuk dikenyam.

Dalam pertemuan kali ini. Tidak banyak yang ingin saya sampaikan. Sebab ini hanya tentang sebuah harapan yang mungkin juga menjadi harapan bagi siapapun yang mengalaminya.

***
Disini aku menulis. Dan terus menulis. Hanya itulah yang kulakukan. Sebab hanya dengan deretan sajak dan coretan tak berarti ini, aku bisa mencurahkan segala apa yang kualami. Aku rasakan dan pikirkan. Setiap malam, sebisa mungkin aku selalu menuliskanya, agar bisa menjadi sebuah kenangan. Baik suka ataupun duka, tertuang dalam catatan-catatan harian yang mungkin suatu saat nanti, bila Tuhan mengijinkan pastilah bisa kubaca kembali.

Semua yang tertulis disini. Mungkin hanyalah sebuah fiksi dan rekayasa imaji. Namun sebagai seorang yang sedang menulis, adakalanya kita tidak bisa berpaling dari sebuah keadaan yang memang sedang kita alami. Dan ini, saya rasa tidak dipungkiri oleh siapapun. Begitu juga aku bila sedang menulis. Hingga akhirnya mencari gurauan dan kelakar yang bisa berakibat fatal.

***
Diantara teman sekalian, mungkin ada yang masih ingat artikel “Pikiran Adalah Sumber Dari Apa Yang Kita Rasakan”. Dari sanalah cerita itu dimulai. Walau vonis waktu telah terlewati. Namun sesuatu yang lain bisa saja terjadi dan menjawabnya dengan hal lain pula. Ia datang untuk menjelaskan bagaimana sebuah raga yang telah melewati masanya itu, harus kembali menelan kenyataan pahit yang tak bisa di elakan.

Beberapa hari yang lalu aku sempat tak ingin menulis dan tiba-tiba saja muncul lagi dihadapan teman sekalian. Ini semata-mata bukan karena sebuah kesalahan orang lain atau sesuatu yang berkaitan dengan kesedihan-kesedihan yang selalu kutuliskan akhir-akhir ini. Semua ini dikarenakan, saya sempat terpuruk didepan sebuah notebook ketika berbalasan komentar dengan dua orang teman. Dan kejadian itu rupanya berdampak panjang.

Beberapa hari lalu saya juga sempat ngomong pada seorang kawan, “jika dalam beberapa minggu mungkin saya belum bisa blogwalking”. Dan nyatanya, sampai saat ini saya masih bisa posting. Semua ini dikarena, proses laborat yang tak segampang membalikan telapak tangan. Hingga hasilnyapun baru bisa kuambil kemarin siang.

Kisah ini sebenanya tak pantas dituturkan dalam sebuah coretan, namun hanya kalianlah yang aku miliki. Aku membutuhkan kalian dan selalu menyangi kalian semua. Maka ku ucapkan terimakasih banyak, atas kesudianya menemaniku dalam melewati hari-hari indah ini.

Besok aku akan pergi kesuatu tempat yang mungkin tak ada lagi fasilitas bagiku untuk menyentuh atau menuliskan sepatah-dua patah kata sekalipun. Entah sampai kapan kita berjumpa lagi atau entah apalagi yang terjadi. Akupun juga tak pernah bisa mengetahui.

*Bila ada khilaf dan kesalahan dari saya-SanG BaYAnG : “Mohon maaf yang sebesar-besarnya”.

*Untuk siapapun yang pernah saya kecewakan hingga menimbulkan rasa marah, kebencian ataupun dendam : “Maafkan.., bila gurauan yang saya lakukan selama ini terlalu kelewatan. Kuharap bisa dimengerti”.

Untuk yang terakhir. Saya hanya bisa berharap dan berdoa. Semoga Tuhan mengijinkan kita untuk bisa bertemu kembali dilain waktu dalam keadaan yang telah berbeda dan dalam keadaan raga yang telah kembali seperti semula.

*N Al-Fakhu Bay A.G*
Ambarawa, 02 November 2012

“Salam Sejahtera Selalu”

 
27 Komentar

Ditulis oleh pada 2 November 2012 in Puisi, Sajak, Syair

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

27 responses to “Tiga Buah Sajak Dan Sebuah Harapan

  1. agus wijaya

    23 November 2015 at 22:46

    Saya suka dengan coretan tinta anda, sangat cantik untainya, sangat2 salut🙂 teruskan sobat rasa imajinasi tinggi ini

     
    • SanG BaYAnG

      3 Desember 2015 at 01:51

      Terima kasih atas dukungan semangat, Sahabat Agus.. Salam santun selalu..

       
  2. lea

    12 November 2012 at 12:23

    Menulis, tidak hanya sekedar menggoreskan satu demi satu kata menjadi bait yg indah.
    Menulis, jika tangan ini sudah tak bisa lg menulis, jika kau benar mencintai menulis, maka hatimu yg akan menggantikan tanganmu
    Karena setiap tulisan adl tercermin dari hati, dan kami mencintai hatimu
    Tetap semangat, apapun yg terjadi. Jadilah bayangan yg indah untuk kami. Tuhan bersamamu dlm doa kami🙂

     
    • SanG BaYAnG

      13 November 2012 at 02:01

      Oh.., kata-kata Mbakyu sungguh membuatku terharu. Andai semua kawan sebaik embak, alangkah indahnya dunia ini, walau tanpa permata.

      Terimakasih banyak atas semuanya Mbak..
      Semoga ini cepat berakhir dan segera pulang dengan raga seperti semula🙂

       
      • lea

        15 November 2012 at 10:38

        yang terpenting adalah: bagaimana kita menjadi jauh jauh dan jauh lebih baik lagi maka kebaikan itu sendiri yg akan mendatangi kita. tetap semangat!!!

         
        • SanG BaYAnG

          16 November 2012 at 01:29

          Siap mbak..
          Akan tetep semangat..
          Terimakasih banyak Mbak.. #senyum ah..🙂

           
  3. aqomadin

    5 November 2012 at 17:58

    pergi kemana bang?
    semoga lain waktu abang bisa kembali, menggoreskan karya-karya sajak dan puisi lagi….

    Puisi buat bang sayang :

    Hari-hari bagaikan berlari
    Tiada sesaat berhenti
    Walaupun masih berdiri
    Pada siapa yang peduli
    Kau berkata tanpa suara
    Kau teriak tanpa suara
    Ku menangis tanpa air mata

     
    • SanG BaYAnG

      6 November 2012 at 03:38

      Ndak kemana mana mas.

      Semoga bisa menyatu dalam kata. Dalam imaji. Dalam kenangan yang tak mudah untuk dilupakan.

      Terimakasih atas bait indahnya mas

       
  4. sang dewi

    5 November 2012 at 16:56

    mas bay mau kmn?????

    gak ada mas bayang gak asik.
    hixzzz

     
    • SanG BaYAnG

      6 November 2012 at 03:36

      Ndak kemana mana. Sekedar perawatan raga saja

       
  5. kangyaannn

    2 November 2012 at 23:39

    wah mau kemana ne gan Bay…..?

     
    • SanG BaYAnG

      6 November 2012 at 03:32

      ndak kemana mana kq Kang. Semoga saja masih tetap bisa menulis

       
  6. lambangsarib

    2 November 2012 at 09:05

    Dari Ambarawa menjemput asa

     
  7. katrinaedwards

    2 November 2012 at 07:50

    dikesempatan ini,
    walau kita pernah suatu ketika dulu berkongsi ketawa dan bercanda walau tanpa pernah bersua, senang dengan kehadiran masing2…
    kemudian kita jadi terluka masing2 dengan kondisi dan fahaman yang tersendiri..
    Na mohon kemaafan yang tidak terhingga…maaf atas segalanya…
    salam persahabatan tanpa pernah terputus…
    walau yang terucapkan sekarang..
    selamat tinggal….

    Katrina Yusof

     
    • katrinaedwards

      6 November 2012 at 06:56

      Thank you ~ Katrina

       
  8. j4uharry

    2 November 2012 at 07:14

    “Di sepertiga malam yang mulai meninggalkan kelam. Dingin tak lagi ternoda. Disucikan oleh air mata—sirnakan luka. Selanjutnya tinggalah doa pada Sang Pemilik Cinta.”

    =D

     
  9. cumakatakata

    2 November 2012 at 04:21

    duwowone rek..
    kok gak dijadikan beberapa post ae to mas…

     
    • SanG BaYAnG

      6 November 2012 at 03:44

      Ancen ben dowo kq mas

       
      • cumakatakata

        6 November 2012 at 04:36

        heheee….
        iyowes.. iki blogke pean kok😛

         
        • SanG BaYAnG

          6 November 2012 at 04:38

          Biar ndak di baca para pemburu komentar yang langsung enggan begitu melihat panjangnya tulisan

           
          • cumakatakata

            6 November 2012 at 04:48

            yuuuh, aku nuh iki Mas😛

             
            • SanG BaYAnG

              6 November 2012 at 04:50

              Maksudnya

               
              • cumakatakata

                6 November 2012 at 04:51

                langsung enggan begitu melihat panjangnya tulisan.. hehee…
                guyon mas….

                 
                • SanG BaYAnG

                  6 November 2012 at 04:53

                  Iya.., saya juga tahu itu guyon.

                  Semoga saja lebih sering engganya🙂

                   

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: