RSS

Catatan Di Balik Selimut Putih

06 Nov

Catatan Di Balik Selimut Putih
Lirik Bebas : Sang Bayang

Hidup begitu indah dilukiskan. Dengan kata. Dengan cinta. Syahdu menghias tiap jengkal lekukan segi. Laksana senandung yang bergulir. Mengalir. Silih berganti. Mengisi ruang. Tertulis dalam sebuah kenangan. Namun sayang. Tak semua tinta berwarna hitam. Dan kertaspun tak selamanya putih.

Sedang aku hanyalah jalan dan tikungan yang dilalui. Kadang tajam. Kadang bergelombang. Melandai. Melambai. Suka dan duka bergantian mengambil haknya. Tawa dan luka saling bersahutan. Tak mengenal musim. Demikian juga air mata. Entah saat ini atau nanti, ia pasti datang menghampiri.

Aku tak pernah mengharap terbaring dengan selimut putih. Namun Tuhan, menuntun kebencian yang tak ingin kudatangi. Walau menolak rindu. Takdir telah mengantarkan duka keperaduan. Tubuhku menjadi pucat. Kusam. Menelungkup layu. Bangunpun tak sanggup. Hanya melewati kamar kamar. Diam. Menatap masa depan kian pudar.

AkuAku semakin padam di telan badai. Ambruk terpuruk. Hancur. Bertabrakan dengan mimpi yang telah mati. Mati. Hanya menggantungkan harapan pada dua buah selang. Senantiasa mengalirkan darah dari tiap tetesnya. Pertahankan nyawa pada sejengkal raga. Bertarung dengan sebilah jarum. Menancap setia sebagai senjata di nadi tangan dan doa.

Inilah takdirku bersama selimut putih yang mungkin akan mengantarkanku pada keabadian sempurna. Berhias luka. Disuburkan air mata. Jauh diujung sunyi. Menyerah pasrah. Di kedalaman jiwa yang dulu pernah menjemput air mata. Kemudian pulang pada keabadian. Bersama Tuhan yang sesungguhnya. Meninggalkanmu yang tak pernah memiliki air mata. Untuk selamanya.

*N Al-Fatkhu Bay A.G*
(Catatan Di Balik Selimut Putih)
Merpati-Room, 06 November 2012

“@,@” Alkhamdulillah.., bisa kembali mengetik. Walaupun belum bisa secepat dan seaktif dulu, semoga kesehatan akan tetap berpihak dan selalu ada yang bisa di kenang dalam tiap catatan.

 
38 Komentar

Ditulis oleh pada 6 November 2012 in Cerpen, Prosa, Syair

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

38 responses to “Catatan Di Balik Selimut Putih

  1. Ali Bachtiar

    8 November 2012 at 20:42

    udah lama ane ga bw ke sini karena blog ane bermasalah, eh ternyata engkau sakit. Semoga cepat sembuh masbro, semangat! Banyak istirahat, banyak minum air putih biar lekas pulih

     
    • SanG BaYAnG

      9 November 2012 at 02:28

      Amiin.., iya mas.

      Terimakasih banyak atas saran-saranya..🙂

       
  2. mintarsih28

    7 November 2012 at 17:50

    adalah haknya badan beristirahat sejenak, meluruhkan dosa yang tidak kita sadari. Membajak tubuh demi memenuhi segala hasrat rindu pada sinyal tubuh Tuhan menuntun untuk berselimut putih,

     
    • SanG BaYAnG

      8 November 2012 at 02:30

      Luka hanyalah pengingat yang diseka air mata, sedang Tuhan menuntun kita pada keabadian tanpa luka.

      Terimakasih banyak Mbak Min..

       
  3. DM Asmed

    7 November 2012 at 13:13

    Moga lekas sembuh, Cuma itu yang bisa saya sampekan mas brow…… Semangat…….. !!!

     
  4. DM Asmed

    7 November 2012 at 13:12

    Kalau memang lagi terbaring sakit, saya hanya bisa memanjatkan doa agar segera lekas sembuh, Amiiin….. Tetap semangat Mas brow……

     
    • SanG BaYAnG

      8 November 2012 at 02:21

      Amiin.., terimakasih atas do’anya saudaraku.
      Semoga semangat tetap tersemat dalam jiwa kita masing-masing..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: