RSS

Puisi Kehidupan : Kunang Di Padang Ilalang

12 Nov

Kunang Di Padang Ilalang
Puisi Kehidupan : Sang Bayang

Redup rembulan padam di ganti kunang
terbang melayang tenang
bersama angin hinggap di ujung ilalang
runcing kemudian melengkung
tajam menantang, jadi menggantung

Selaksa mawar tak berduri
tumpul tertakhluk sejengkal makhluk
gila dan buta bila aku tak mencintai
kunang terbang di ilalang menunduk
hinggap lalu terbang berulang, lagi.

12, November 2012

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 12 November 2012 in Puisi Kehidupan

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

10 responses to “Puisi Kehidupan : Kunang Di Padang Ilalang

  1. bibicriwis

    17 November 2012 at 01:52

    Aiih.. kunang-kunang selalu suka mencumbu malam. Membuat dada bergetar ketika mata lena menatap cahaya yang tak pernah pudar hingga pagi tiba, dan mentari mencurinya tanpa meminta..😛

     
    • SanG BaYAnG

      17 November 2012 at 04:13

      Semoga esok kunang kan kembali dengan kerdip seribu warna. Nyalakan sepercik asa dari pangkal ketulusanya ya Mbak..🙂

      Terimakasih banyak Mbak..🙂

       
  2. Setokdel

    12 November 2012 at 13:57

    Lirih kunang-kunang yang konon kata orang itu kuku orang mati

     
    • SanG BaYAnG

      13 November 2012 at 02:02

      Begitulah ketika dongeng melantunkan ceritanya yang di kenang sepanjang masa.

      Terimakasih Banyak Mas..

       
  3. Ely Meyer

    12 November 2012 at 10:33

    wes suwe ora tau ndelok kunang kunang maneh

     
    • SanG BaYAnG

      13 November 2012 at 01:55

      Loh.., disitu ndak ada tah..???
      Bali ndeso sini Mbakyu..:mrgreen:

       
  4. kangyaannn

    12 November 2012 at 10:29

    kunang kunang kemana kau kini….

     
    • SanG BaYAnG

      13 November 2012 at 01:52

      Di tengah ilalang menunduk, melayang lagi dan hinggap lagi. Lagi Kang..😀

       
  5. danirachmat

    12 November 2012 at 07:24

    indahnya malam di padang diterangi kunang-kunang..

     
    • SanG BaYAnG

      13 November 2012 at 01:38

      menyala serupa bunga penghias waktu mengusir sunyi..

      Terimakasih Mas..🙂

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: