RSS

Sajak Cinta : Kau Yang Hilang

12 Nov

Kau Yang Hilang
Sajak Cinta : Sang Bayang

Berapa kali kupetik bintang—di dadaku langit untuk mengganti pendar sinarmu kian pudar. Bahkan bulan kutelan hingga berhenti di kerongkongan. Tersedak. Lalu kuminum darah semerah api mukamu tak padam.

Hausku serak. Memanggilmu. Di antara batuan tebing yang masih menyimpanmu rapi dalam ingatan. Kala pergi—aku tak mengerti. Kemana mencari penggantimu gunung yang pernah kurengkuh, sebab bumi menjadi sesempit pikiran.

Oh.., barangkali kau sedang berendam dalam ribuan gallon arak. Sehingga aku harus bersekutu dengan iblis untuk menenggak habis. Dan mendapatimu kembali saat sempoyong langkah dan rabun mataku menatap lumat para lonte.

Namun aku tak pengecut kala mengitari gerigi sepi negeri bayangan yang kadang membuatku bimbang dan sulit membedakan. Mana suka mana luka. Mana makna mana canda. Mana kata sungguhan dan permainan. Serupa kebutaan yang menendang yakinmu untuk berlari dan menghilang. Raib di telan badai pemikiran.

12, November 2012

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 12 November 2012 in Sajak Sajak Cinta

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 responses to “Sajak Cinta : Kau Yang Hilang

  1. danirachmat

    12 November 2012 at 07:25

    kisah cinta yang berliku.

     
    • SanG BaYAnG

      13 November 2012 at 01:47

      Hehehe.., begitulah cinta mas.. begitu mudah dikatakan namun pelik untuk di ungkapkan..🙂

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: