RSS

Perahu Kertas Bertulis Soal

13 Nov

Perahu Kertas Bertulis Soal
Prosa Puisi Cermin : Sang Bayang

Lorong-lorong menyempit tergusur hidung dan kepala. Asap rokok dan kenalpot menguap, di rimba berbatang manusia. Sampah terbuang di sembarang memang tak punya tempat di hati manusia serupa binatang membuang kotoran.

Jalanan kumuh, lingkungan rapuh. Di ancam bencana lautan tengah kota, menumpas kehidupan. Tangisan sendu tak sadarkan tangan membangun perlindungan terwaris sebab lengan telah tanggal di rencah ego yang membumi siang hari.

Sial juga topi dan betis kaki menjadi naungan akal logika. Melawat duka tak lagi jadi peringatan nyata. Ribuan. Bahkan jutaan derita hanyalah tontonan indah bagi matamu, mataku yang buta akan kekuasaan semesta atas kehendak-NYA.

Di tengah jaman serba runyam kita telan rakus tanah. Mengganti semak dengan daun kaca, besi dan semen, angkuh menantang langit. Sedang hujan dan musim tak terbalikan oleh tendangan, karena lumpur telah masuk pemukiman, membawa setengah gunung menimbun kampung.

Tanah kelahiran megah. Gedung gedung agung. Mengubur beku tanah subur dengan kilau pantulan kaca sepatu cor. Sembunyikan derita kami para air mata kepedulian—yang berlayar dengan perahu kertas bertulis soal, bagaimana cara menanam pohon di kepala manusia..???

*Coretan Dinding Maya*
Negeri Bayangan, 12 November 2012

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 13 November 2012 in Sajak Kehidupan, Syair

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 responses to “Perahu Kertas Bertulis Soal

  1. kangyaannn

    13 November 2012 at 11:55

    susah gan, kalo keserakahan sudah di agungkan….

     
    • SanG BaYAnG

      14 November 2012 at 02:17

      iya kang.., coba kalau pada setiap halaman ada satu atau dua pohon mangga kelapa.., selain kita petik buah, keteduhan di pelataran pasti juga kita dapatkan ya Kang..🙂

       
  2. danirachmat

    13 November 2012 at 07:23

    ini mah ratapan orang di Jaaarta ya Sang? mirip banget situasinya.

     
    • SanG BaYAnG

      14 November 2012 at 02:06

      Dimanapun mas.., tanpa kota, di ujung desa.., semua tergantung dari kesadaran kita semua. sebab disanalah tersemat harapan itu.

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: