RSS

Keyakinan Setanah Liat

14 Nov

Keyakinan Setanah Liat
Catatan Sajak : Sang Bayang

Di tangan kesunyian kamar
terpencil—ruang tak berjarak jam dinding
mengganti jarum dengan detak jantung.
Memacu gelegar jiwa membakar, hasrat kematian
raga tak bertambuk di ujung pisau bedah.
Menembus langit berlampu tepat di kepalaku
yang lambat laun entah pergi kemana.
Entah
dimana.
Entah.
Mentah tubuhku tergolek lemah
tak daya mengharap sesayat daging
lepas mengerang dari perut. Muntah sederas darah
muncratkan secuil derita
di pasungan tahun—memenggal gerak langkah
menjelajah tanah, seluas kaki mengukur.

Detik mengalih kisah. Laparku meraung.
Kilat tersamar pekik
pegawai rumah sakit. Menurunkan sepi
mengepung senyum acungkan segurat raut
puas. Setelah merencah
membelah
bawah dadaku—tinggalkan luka masih basah,

mengatup jadi pagi
penuh dengan keindahan kristal
susunan dunia—di genggam usia.
Mengembarakan doa doa
syair maya. Menari di dasar sunyi
birahi bumi. Menyelami lumpur
benih kekuatan tanah liat. Lembek. Mengeras
pecah di bawah panas. Tinggalkan siang berendam
mengusut jejak bayangan silam
keyakinan hidup tetap bertahan.

(Catatan Di Balik Selimut Putih)
Merpati-Room, 14 November 2012

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 14 November 2012 in Puisi, Puisi Kehidupan

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

13 responses to “Keyakinan Setanah Liat

  1. Setokdel

    14 November 2012 at 23:41

    Selalu liris yo mas🙂

     
    • SanG BaYAnG

      15 November 2012 at 01:52

      Hehehe.., terimakasih banyak Mas..🙂

       
  2. Elna_DaSKA

    14 November 2012 at 19:56

    luar biasa sajaknya !

    Tanah menjadi langit,
    langit menjadi tanah !

     
    • SanG BaYAnG

      15 November 2012 at 01:51

      Terimakasih atas apresiasinya Mas Daska

      Semoga saja kita bisa menginjak tanah dan meninju langit dengan kata kata..🙂

       
  3. DM Asmed

    14 November 2012 at 11:30

    Mas brow, sedih amat yang satu ini, jadi inget puisi-puisi terakhir Rendra…….😥

     
    • SanG BaYAnG

      15 November 2012 at 01:43

      Meski raga, rasa dan keingin kadang tak sepakat dengan keadaan. Semoga saja saya tidak segera menyusul Kang Rendra dan Kang OS di keabadianya. Sehingga kita masih tetep bisa menulis dan bercanda seperti biasa.

      Dan kalaupun Tuhan menghendaki demikian yang harus menjadi jalan saya. Akan saya terima dengan lapang dada dan senang hati menuju kelangsungan hidup selanjutnya.

      Terimakasih atas apresiasinya Mas..

       
  4. lambangsarib

    14 November 2012 at 08:59

    keyakinan hidup pantang dibuang

     
  5. Nur Kasih Mokhtar

    14 November 2012 at 07:56

    setiap kekusutan pasti ada jalan keluar yang baik…

     
    • SanG BaYAnG

      15 November 2012 at 01:33

      Begitulah kehidupan yang selalu menyediakan jalan keluar tepat bagi setiap kekusutan, bila waktunya telah tiba. Karena itulah, saya selalu menunggu waktu itu sambil berpuisi..hehehe..🙂

       
  6. danirachmat

    14 November 2012 at 07:18

    keyakinan seliat tanah atau setanah liat? hehehehe.

     
    • Ely Meyer

      14 November 2012 at 14:15

      idem nih😛

       
    • SanG BaYAnG

      15 November 2012 at 01:26

      Terimakasih atas saran tuan dan nyonya sekalian..🙂

      Awalnya juga mau pake itu. Namun mengingat sebuah keyakinan yang ternyata tak seliat tanah maka setanah liat-lah yang tercermin. Sebab hadirnya sebuah keyakinan akan merebah dengan rendahnya kesadaran serupa tanah liat yang becek dan lembek. Mampu menempel pada apapun, dimanapun dan kapanpun. Namun bisa juga retak, pecah di bakar panas. Bahkan mengelupas dari tempatnya berada.

      Ringkasnya. Keyakinan bisa serendah tanah liat dan lembek, mampu menyatu dengan apapun. Namun bisa juga pecah dan mengelupas dari tempatnya menempel. Dan ini adalah fakta..:mrgreen:

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: