RSS

Keagung Dimanapun

16 Nov

Keagung Dimanapun
Puisi Kehidupan : Sang Bayang

Hari-hari
demi hari
hari hari tanpa hari
hari-hari
ha
ri
ha
pelataran dada tak bertawa
senyum kembali di rencah
dunia menjadi budak
manik berlian tak bermanikam
pudar kian mengusam
intan tak lagi berkilau
emas mutiara menjadi sangkar
uang menjelma sesosok dewa
lupa hakikat keagungan
tak di atas gunung
gunung pun memuncak.

16 November 2012

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 16 November 2012 in Puisi Kehidupan

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 responses to “Keagung Dimanapun

  1. Nur Kasih Mokhtar

    16 November 2012 at 02:42

    lumrah kehidupan…
    yang penting, diri kita sendiri..🙂

     
    • SanG BaYAnG

      16 November 2012 at 02:44

      iya.., ini hanya sekedar gambaran saja. Semoga kita bisa saling menyadarinya..🙂

       
      • Nur Kasih Mokhtar

        16 November 2012 at 02:44

        insyaAllah…Aamiin

         

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: