RSS

Kiblat Murni Kebenaran Suci

17 Nov

Kiblat Murni Kebenaran Suci
Sajak Sajak Cinta : Sang Bayang

Wajah seribu wajah dalam puisi
berpaling dari kebenaran tak bertitik.
Menghias kebenaran. Dengan senyum
sebelum mata lelah bertarung.
Dengan waktu.
Dengan kata yang kian pudar
melukismu mawar tanpa warna.
Walau pedih.
Katakan. Sebab
kebenaran tak layak dapat pengingkaran.
Dari hatiku. Hatimu yang di cekam takut
untuk katakan—sebuah kebenaran.

Uluran waktu hanyalah cipta hening tambahan
beban batu menyiksa rindu.
Wahai mawar tersenyum hangat nan ramah
simbol unik abstraksi wajah teramat indah.
Anggukan kepalamu.
Atau—gelengkan. Sebagai pertanda
sirnanya surga tak lagi menukik manja.
Biar kisah mencair kebumi
semanis madu.
Pahit empedu
pun pasti kutelan dengan kerontang jiwa
kala mencari kiblat murni cinta sesuci gangga.

Sebelum jiwa lelah berenang.
Jangan biarkan
cinta mengapung kemudian mati
dalam lamunan lamunan tak terang
sejernih mata lahirmu yang kutelan getir

mengepung diri seperti siksa-siksa lapar
di tengah gurun, gersang tak berbekal.

Terdampar di negeri asing mematung hati
dalam ukiran jiwa tak bernama.
Ciptakan diam sekejap senyap
sembunyi dalam bejana kosong melompong
tanpa kejernihan cermin wajahmu berkaca
di teras hati prajurit mawar berduri
melawan roh sufisme tanpa haluan raga,
jiwa bertarung tanpa pedang.

17 November 2012

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 17 November 2012 in Puisi Cinta

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 responses to “Kiblat Murni Kebenaran Suci

  1. zasseka

    17 November 2012 at 10:29

    jiwa setajam pedang bermata dua
    tak perlu berkaca atau tak perlu tameng
    jiwa hanya menikam semua
    jiwa adalah satu harapan
    nuju sang pencipta, demi sesuatu suci…

    Bertarunglah sobat, gemgam erat jiwamu…

     
    • SanG BaYAnG

      18 November 2012 at 01:59

      Aku akan tetap bertarung walau telah meninggalkan tombak dan pedang. Namun aku juga perlu bercermin kepada alam, kepada kehidupan untuk bisa memeluknya. sebsb dengan cermin itu akau berjalan pada satu tujuan..🙂

      Terimakasih banyak Sob..

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: