RSS

Melukis Kisah

18 Nov

Melukis Kisah
Lirik Bebas : Sang Bayang

Mengarungi malam yang selalu kupeluk. Kadang mengingatkan pada seribu cadar wajahmu bermanik permata. Di terpa angin kemudian pecah. Tenggelam di tempat asing. Bersama bulan yang menua kemudian sirna begitu saja. Dan aku hanya bisa berbisik kepadamu kasih pada siapa sepi akan pergi.

Kadang ku coba kembali berputar pada lamunan menunggu malam. Mengingat senyumu yang begitu indah. Membekas dalam kelokan bait sepi menjamah desah. Kala luangkan waktu untuk saling menyapa. Sekedar lemparkan wajah-wajah abstraksi. Tanpa suara kita bicara. Dalam diam kitapun bercerita. Mencipta sebuah pulau dengan keindahanya. Mampu membuat cemburu wisatawan yang membaca tuturmu dalam sebuah beranda dimana ada kita berdua disana.

Waktu demi waktu selalu kutimang senyumu dengan manja. Namun, sebuah kesalahan eja telah memasukan api di dada dan memasukanku kedalam neraka. Tidurpun tak lagi nyenyak. Selimut peraduan penuh duri. Kepala serupa di hujani seribu jarum. Tajam. Menghujam. Menancap pada setiap jengkal pikiran arah mata memandang.

Setiap denyut nadi yang ada hanyalah menyakitkan. Aku hanya bisa pasrah menerima pesan-pesan kelam. Kemudian menggaulinya dengan ide untuk kendorkan lelah. Sembuhkan luka dan air mata. Mengumpulkanya dalam bait lukisan kisah yang begitu pahit di antara kepalsuan bisu menelan suara suara kaku.

Kata demi kata menjadi canggung. Jantung selaksa di pasung. Dan aku hanya bisa berharap. Tuhan masih memberi waktu untuk bermimpi sebelum malaikat-Nya mengeksekusi. Sebelum tubuhku benar-benar melemah dan harus memenuhi takdir bagi setiap yang hidup pasti menemui mati.

Dan tak habis pikir. Mengapa tubuh ini tiba-tiba saja begitu melemah Ya Tuhan.. Mungkinkah aku masih mampu bertahan. Ya Qowiyu.. Ya Muakkhir.. Ya ..Muhyi.., Ya Qowiyu.. Ya Muakhir.., Ya Qowiy..

18 November 2012

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 18 November 2012 in Prosa

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

14 responses to “Melukis Kisah

  1. zasseka

    18 November 2012 at 21:26

    Kau hanya melepaskan raga, tanpa ada yang pernah hilang dari canda. Kau hanya melepas beban, tanpa hilang kau lah yang terbang…πŸ™‚
    Mas… akan selalu hidup dalam setiap saat…

     
    • SanG BaYAnG

      19 November 2012 at 02:52

      Terimakasih banyak atas semuanya. Aku bangga punya teman sepertimu..juga yang lainya..

      Semoga tidak ada yang terpaku ketika melihat terbangku, sebab akupun tak pernah terpaku..

       
  2. Setokdel

    18 November 2012 at 19:02

    liris sekali mas bayang ini..

     
    • SanG BaYAnG

      19 November 2012 at 02:44

      Memang begitulah Mas..

      Semoga apa yang kita rasakan tak seliris apa yang diceritakan..πŸ™‚

       
  3. kangyaannn

    18 November 2012 at 16:15

    optimislah gan….. tetap semangat…

     
    • SanG BaYAnG

      19 November 2012 at 02:43

      iya Kang.., terimakasih banyak..πŸ™‚

       
  4. sarip2hamid

    18 November 2012 at 07:04

    PertaMAX..πŸ™‚
    Bait puisinya seperti menceritakan sedang tidak semangat ya ??? *(Sotoy deh,.,😦

    Semangat Sang.,. *(Aku panggilnya apa nihh ????
    Tapi suka sangat dengan rangkaian kalimatnya,., keep blogging dan happy sunday.,πŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      19 November 2012 at 02:25

      Hehehe.., mungkin lagi lesu saja mas..

      Iya mas.., semangat.

      Sang juga boleh..
      Keep blogging and heppy sunday juga untukmu mas..πŸ™‚

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: