RSS

Kau Yang Selalu Ku Rindu

21 Nov

Kau Yang Selalu Ku Rindu
Puisi Rindu : Sang Bayang

Ku diami kau; remang dan terang
mengais selokan jiwa berkelok
naik turunkan syair kidung sunyi tak bernyanyi
diam memungut pikiran tangan mengetik
lirik genit berkedip
redup
seredup nyala lampu tempel
mungil mengantub mata
berhenti—seketika jari
macet isi kepala menjenguk tab
pesan laporan tak bosan
lari memandang dinding
lukisan biru
pria telanjang dada
melingkar
sembilan perawan menari
jurus tradisi kutulis
terwaris di bawah kaki
bersila sebaris kata
“the art from of the instinct power”
dari guru; kurindu
mengeja lima belas raga
lebur di baca indera
menyemayami alam
empat arah aku di tengah
kini pasti berdebu
lusuh melipat sajadah
di gantung; sorban hijau
rinduku merindukanmu
kamar dan masjid
anak anak pagi mengaji
pesantren “nurul ikhsan”
sepekan lebih kutinggalkan.

Semarang, 21 November 2012

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 21 November 2012 in Puisi Cinta, Sajak, Syair

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 responses to “Kau Yang Selalu Ku Rindu

  1. Ely Meyer

    21 November 2012 at 04:23

    tarian apa kang yg dibawakan oleh 9 perawan ?

     
    • SanG BaYAnG

      21 November 2012 at 04:27

      Ah.., itu hanya penggambaran sembilan lobang. Dadi yo sebut ae tarian lobang.. #eh..😦

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: