RSS

Akhir Sebuah Perjalanan

26 Nov

Akhir Sebuah Perjalanan.
Lirik Puisi Bebas : Sang Bayang

Kau datang membawa sekerat wajah menyisir debu pahit tembakau. Seketika putih mata-ku seputih tulang. Kelam mandi mentari cair setelah sekian lama beku tak lagi membatu.

Engkau terbang melayang kemudian datang menghampiri. Menari. Melukis ketulusan tak terbalas puja. Tersenyum diantara gumpalan debu nyala permata batu di matamu, abadi getarkan langit melepas jantung perjanjian suci.

Riang menimang raga tak lagi sempurna. Rapuh kau tanam bangga. Robek kau sulam benang emas tanpa penyesalan. Duka kau siram-kau sulam dengan air mata merajut renda lafalkan rasa. Sedang aku hanyalah biji rapuh di atas sampan yang telah terkoyak. Hancur—sebentar lagi lebur. Tinggalkanmu; yang mungkin tak genap sewindu.

Sungguh. Kagum;ku atas kesetiaanmu tanpa benih noda tak tertukar. Begitu murni tak berpamrih. Begitu suci. Sesuci gangga penuh berkah bermandikan doa dan puja.

Abadi kausemayami pedih menghuni sejengkal hati. Hingga dada tak lagi mampu menyimpan lara sekian lama terpendam. Dan meledak pada hari ini pecah serupa kembang api berpesta air mata. Bibir kelu. Hati ngilu. Menggelincirkan butir butir air mata bergulir. Jatuh memangku indah kasih sayang menghias tangisan-tangisan kecil menggigil, terperangkap sua—sekian tahun tak jumpa.

Serupa pelangi agung yang syadu menggebu. Pertemuan terukir-manis. Mengalir penuh kedalam kalbu terobat rindu, memeluk mesra intan kesetiaan pasrah meniti senja. Tinggalkan hitam kedalaman lobang tua kejam. Berpaling dari kenyataan kenyataan purba tak menyandang tawa. Memendam kelam di bawah pohon utara desa. Tenggelamkan kenangan bertabur duka. Menggantung bunga di dada penuh warna. Menyemai hari tak lagi menanti, bersamamu tunas mawar seumur jagung mekar di jantung.

Akhir Sebuah Perjalanan

Tak ragu sandarkan kepala di bahu retak mengarungi waktu di antara detak hentakan rindu tak bergejolak. Jalan berdampingan. Bergandengan. Menyusuri lorong-lorong hitam tak lagi menakutkan. Abadi melewati hari. Tinggalkan duka kenangan menjaga hati dalam cinta sejati, bahagia raga semai tersemayami. Selamanya. Sepanjang masa. Selama waktu masih tersisa.

Ambarawa, 26 November 2012

 
20 Komentar

Ditulis oleh pada 26 November 2012 in Puisi, Puisi Cinta

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

20 responses to “Akhir Sebuah Perjalanan

  1. Acep Aprilyana

    1 Desember 2012 at 11:31

    hmm..

     
  2. monda

    26 November 2012 at 22:43

    kasih tak bersyarat

     
    • SanG BaYAnG

      27 November 2012 at 02:04

      Hehehe.., mungkin begitu ya Mbak. Kala cinta datang ia tak mengenal alasan..πŸ™‚

      Terimakasih banyak Mbak Monda..πŸ™‚

       
  3. angkasa13

    26 November 2012 at 22:31

    Mantaaaapppppp ….:)

     
    • SanG BaYAnG

      27 November 2012 at 02:03

      Terimakasih Banyak Mbak.. #duh.., bingung bagaimana manggilnya ni..πŸ™‚

       
  4. angkasa13

    26 November 2012 at 22:31

    Aku selalu ada, kita

     
    • SanG BaYAnG

      27 November 2012 at 02:02

      Terimakasih atas keberadaanya..πŸ™‚

       
  5. Aulia

    26 November 2012 at 21:11

    saya sedang membaca gambar ilustrasinya, isinya terangkum dalam gambarπŸ™‚

     
    • SanG BaYAnG

      27 November 2012 at 02:01

      ih.., pinter.. tau saja dikau ni Mbak..πŸ™‚

      Hehehe.., terimakasih Mbak Aulia..πŸ™‚

       
      • Aulia

        27 November 2012 at 16:30

        yang nulis juga gak kalah pintar kokπŸ™‚

         
        • SanG BaYAnG

          28 November 2012 at 02:05

          Ha.., pinteran yang baca..πŸ™‚

           
  6. Nur Kasih Mokhtar

    26 November 2012 at 13:33

    nikmati aja ni pembacaannya…selalu bagus tulisan SanG BaYang…

     
    • SanG BaYAnG

      27 November 2012 at 01:55

      Terimakasih banyak Mbak Nur..

      Selamat menikmati..:mrgreen:

       
  7. tinsyam

    26 November 2012 at 10:05

    ga ngerti bahasanya.. takut salah terjemahi.. akhir bahagia?

    suka deh sama fotonya.. indah..

     
    • SanG BaYAnG

      27 November 2012 at 01:50

      Ndak apa apa Mbak Tin.., biasa saja lah.
      Sudut pandang beda itu kadang indah kq.. Konon katanya, perbedaan itu malah bisa saling melengkapi. Serupa siang dan malam, laki dan perempuan yang juga berbeda..hehehe..

      Terimakasih banyak Mbak..πŸ™‚

       
  8. Ni Made Sri Andani

    26 November 2012 at 07:34

    Wah..keindahan dan kebahagiaan yang mengalir tanpa henti..
    Selamat buat hati yang berbahagia..

     
    • SanG BaYAnG

      27 November 2012 at 01:45

      Amiin.., Semoga untuk selamanya ya Mbak..

      Terimakasih banyak Mbak Sri..

       
  9. Elna_DaSKA

    26 November 2012 at 05:36

    Luarrrrrr Biasa !!

    Mantap !

     
    • SanG BaYAnG

      26 November 2012 at 05:38

      Terimakasih banyak Mas Daska..

      Rupanya ada yang sudah bangun ni.. hehehe..πŸ™‚

       

Tinggalkan Komentar Semanis Mungkin Ya..???

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: